Sederet Politisi Senior Hadiri Deklarasi Alumni Menteng 64 Dukung #JokowikanJakarta

Sejumlah politisi senior dan praktisi alumni Sekolah Kanisius mengikuti deklarasi Alumni Menteng 64 untuk Jokowi, #JokowikanJakarta, di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta, Minggu (3/2/2019).
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 03 Februari 2019  |  11:48 WIB
Sederet Politisi Senior Hadiri Deklarasi Alumni Menteng 64 Dukung #JokowikanJakarta
Pasangan calon Presiden Joko Widodo (kiri) dan calon Wakil Presiden Maruf Amin, di sela-sela pengambilan undian nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Sejumlah politisi senior dan praktisi alumni Sekolah Kanisius mengikuti deklarasi Alumni Menteng 64 untuk Jokowi, #JokowikanJakarta, di Gedung Djoeang, Menteng, Jakarta, Minggu (3/2/2019).

Acara tersebut antara lain dihadiri oleh politisi senior Partai Golkar Ginandjar Kartasasmita dan Akbar Tandjung, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin Hasto Kristiyanto, penasihat TKN Sidarto Dhanusubroto, Menteri Perindustrian (Menperin) dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Sosial (Mensos) sekaligus petinggi Golkar Agus Gumiwang, praktisi komunikasi Wimar Witoelar, dan pengusaha Sofyan Wanandi. 

Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, hari ini, Hasto mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan keluarga besar alumni Kanisius, yang dinilai sebagai pengakuan terhadap kepemimpinan Jokowi. Jokowi dinilai berhasil memimpin dengan merangkul semua pihak dan bekerja untuk semua.

Dia menekankan kebersamaan itu harus diwujudkan dengan upaya memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf dengan baik. Partai politik pendukung pasangan peserta Pilpres 2019 nomor urut 1 yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) diminta bekerja sama dengan relawan di lapangan.

Adapun Ginandjar menilai Jokowi sudah membuktikan kerjanya dan mampu membawa Indonesia tetap bertahan baik di tengah berbagai masalah ekonomi dunia.

"Alhamdulilah, selama hampir 5 tahun, harapan kita tak salah. Begitu banyak masalah dihadapi di dunia ini. Banyak negara gagal secara ekonomi, kita tetap tegar. Kita jadi salah satu negara dihargai di dunia. World Bank dan IMF mengatakan itu. Saya rasa masyarakat juga merasakan di tingkat bawah," tuturnya.

Sementara itu, Wimar Witoelar memandang Jokowi adalah simbol keberagaman Indonesia, yang merupakan jati diri Indonesia sejak berdiri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, Pilpres 2019

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top