Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tekanan Ritel Eropa Meningkat, Perusahaan Inggris & Jerman Pangkas Pekerja

Krisis ritel Eropa semakin dalam setelah perusahaan-perusahaan di AS dan Jerman siap berencana memangkas ribuan pekerjaan menyusul tekanan penjualan karena ekspansi belanja online.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  16:46 WIB
World Travel Market di London - nauticwebnews.com
World Travel Market di London - nauticwebnews.com

Bisnis.com, JAKARTA – Krisis ritel Eropa semakin dalam setelah perusahaan-perusahaan di AS dan Jerman siap berencana memangkas ribuan pekerjaan menyusul tekanan penjualan karena ekspansi belanja online.

Dilansir dari Bloomberg, The Mail melaporkan bahwa Tesco Plc, toko bahan makanan terbesar di Inggris, berencana mengurangi 15.000 pekerja dan menutup gerai daging, ikan, dan toko makanan, mengutip sumber industri yang tidak dikenal.

Sementara itu, Galeria Kaufhof, memiliki department store di kota-kota termasuk Berlin dan Munich, akan memangkas sekitar 2.600 tenaga kerja.

Adapun jaringan mode Jerman Gerry Weber International AG memulai proses kepailitan.

Ketiga perusahaan tersebut bergabung dengan daftar peritel Eropa yang terus bertambah yang tumbang di tengah persaingan penjualan online yang semakin ketat, yang menggerus toko ritel konvensional.

Pergeseran ke belanja online, perlambatan pertumbuhan ekonomi, serta ketidakpastian di Inggris terkait proses keluarnya negara dari Uni Eropa sedang menggerogoti penjualan.

Peritel tradisional seperti Tesco semakin diperas oleh perusahaan diskon Jerman Lidl dan Aldi, sementara lebih banyak orang membeli bahan makanan secara online dari rumah.

Di sisi lain, pertumbuhan tren seperti ini mendorong pertumbuhan sejumlah perusahaan, seperti perusahaan layanan pengiriman Ocado Group Plc.

Saham perusahaan menguat pada perdagangan Senin (28/1) menyusul laporan terpisah selama akhir pekan bahwa perusahaan dalam pembicaraan mengenai kemungkinan kerja sama dengan Marks & Spencer Group Plc.

Ocado, yang sahamnya naik sebanyak 6,7%, menolak memberikan komentar terhadap laporan tersebut. M&S yang sahamnya menguat 2,6% juga menolak berkomentar.

Kesepakatan dengan M&S akan dibangun berdasarkan momentum yang telah diperoleh Ocado dalam beberapa bulan terakhir, menyusul kesepakatan dengan perusahaan lain seperti ICA Gruppen AG Swedia, serta Guichard Perrachon SA dan Kroger Co dari Prancis

Peritel yang terlambat berekspansi ke bisnis online terus berjuang keras di Inggris, dengan pertumbuhan e-commerce lebih cepat daripada di AS dan negara-negara Eropa lainnya.

Hal ini menimbulkan kekhawatiran atas masa depan peritel seperti Debenhams Plc, yang sedang dalam pembicaraan dengan pemberi pinjaman karena menghadapi setidaknya utang yang akan jatuh tempo mulai tahun depan senilai 300 juta pound sterling.

Pemutusan hubungan kerja di Tesco mungkin akan berdampak pada sebagian besar dari 732 toko perusahaan. Tesco juga akan merombak toko roti dan mengganti kantin staf dengan mesin penjual otomatis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

eropa ritel
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top