Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debat Capres 17 Februari: Infrastruktur dan Kebijakan B20 Jadi Senjata Jokowi

Debat Pilpres 2019 putaran kedua yang bertemakan Energi, Pangan, Lingkungan hidup, dan Infrastruktur akan menjadi ajang unjuk gigi Capres nomor urut 01 Joko Widodo terkait yang telah dilakukannya sebagai petahana.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 28 Januari 2019  |  23:29 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Capres nomor urut 01 Joko Widodo berswafoto dengan pendukungnya saat jeda Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Debat Pilpres 2019 putaran kedua yang bertemakan Energi, Pangan, Lingkungan hidup, dan Infrastruktur akan menjadi ajang unjuk gigi Capres nomor urut 01 Joko Widodo terkait yang telah dilakukannya sebagai petahana.

Dalam debat antarcapres yang akan berlangsung Minggu (17/2/2019) tersebut, Direktur Komunikasi Politik TKN Jokowi-Ma'ruf Usman Kansong menyebut visi atas pencapaian Jokowi selama menjabat akan jadi senjata untuk menyerang Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

"Pak Jokowi pasti akan menyampaikan pencapaian di lima bidang yang didebatkan tanggal 17 Februari. Tetapi juga pak Jokowi akan menyampaikan visi-misi ke depan seperti apa, programnya seperti apa, itu juga menjadi concern kita," ungkap Usman di Posko TKN Jokowi-Ma'ruf di Rumah Cemara 19, Senin (28/1/2019).

"Jadi sementara 17 Februari nanti cenderung praktis. Tentu saja kita akan sampaikan komitmen Indonesia untuk turunkan kadar CO2, ini komitemen kita. Turunkan global warning, itu sudah kita lakukan. Karena itu, kemungkinan besar serangan [ke pihak lawan] lebih ke visi, ke depannya mau buat apa, itu kira-kira," tambahnya.

Oleh sebab itu, Usman menyebut pencapaian yang masih bisa dieksplorasi menjadi visi di periode berikutnya, akan menjadi wacana yang dikedepankan tim persiapan debat. Contohnya kebijakan program Mandatory B20.

Seperti diketahui, Mandatory B20 merupakan program pemerintah untuk mewajibkan pencampuran 20% Biodiesel dengan 80% bahan bakar minyak jenis Solar.

Kebijakan ini berlaku untuk pengelola usaha mikro, usaha perikanan, usaha pertanian, transportasi dan pelayanan umum atau PSO (Public Service Obligation), serta industri, sejak tanggal 1 September 2018.

"Kita punya program soal lingkungan hidup yang layak kita kedepankan, kita tampilkan, baik yang sudah kita lakukan, sedang, atau yang akan kita lakukan. Misalnya saja program B20, ke depan akan B30, sampe B100, itu kan bidang lingkungan hidup yang berdampak secara ekonomi," jelas Usman.

"Sawit itu tidak selamanya harus diolah jadi CPO, terus kita ekspor. Jadi itu juga solusi, itu bio solar. Jadi sangat kecil bahkan barangkali tidak ada polusinya, tetapi secara ekonomi menghemat pengeluaraan, dan sisi lain terjadi hilirisasi sawit. Jadi itu program yang menurut saya cukup baik untuk kita sampaikan di debat berikutnya, kalau memang ada perdebatan itu," tambahnya.

Sebelumnya, pria kelahiran Jakarta, 13 April 1970 ini optimis Jokowi akan menguasai penuh debat putaran kedua, sebab kebetulan tema yang dibahas membicarakan fokus kepemimpinannya di Nawacita Jilid I, yaitu infrastruktur.

"Debat kedua ya, itu Pak Jokowi banget gitu loh. Jokowi banget. Infrastruktur, energi, dan lain-lain. Jadi saya kira kita cukup banyak punya amunisi untuk menjawab pertanyaan, tapi juga amunisi untuk melontarkan gagasan-gagasan besar," ujar Usman.

"Ini kan yang lebih penting visi ke depan itu mau seperti apa, visi itu adalah serangan menurut saya, kalo kita mengatakan apa yang sudah Kita lakukan itu defensive, bertahan , jadi visi itu lebih penting," tambah mantan Pemimpin Redaksi Media Indonesia ini.

Terlebih, Usman memberikan gambaran bahwa TKN Jokowi-Ma'ruf telah memiliki para ahli internal sesuai tema yang akan diangkat.

Sebut saja, politisi NasDem yang pernah berkecimpung di Yayasan Indonesia Hijau, Walhi, dan Greenpeace Asia Tenggara Emmy Hafild, aktivis lingkungan hidup yang kini kader PSI Agus Sari, dan politisi partai Golkar Roosdinal Rhamdani Salim atau Dinal Salim yang merupakan putra mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Sedangkan di bidang Infrastruktur dan Energi, Usman menyebut nama politisi Golkar Mukhamad Misbakhun, dan politisi Hanura Inas Nasrullah Zubir.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Debat Capres Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top