Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Menanti Musim Laporan Keuangan, Indeks Saham Menguat

Harga saham utama dunia menguat seiring dengan hadirnya musim laporan keuangan yang diharapkan dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap perekonomian.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Januari 2019  |  12:23 WIB
Bursa Wallstreet - Reuters
Bursa Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Harga saham  utama dunia menguat seiring dengan datangnya musim laporan keuangan yang diharapkan dapat meningkatkan keyakinan investor terhadap perekonomian.

Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga menyampaikan bahwa para pembuat kebijakan di AS telah sepakat untuk kembali membuka Pemerintahan Federal. Alhasil, yield obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun dan dolar melemah terhadap sejumlah peer utamanya.

Indeks Dow Jones Industrial Average dan indeks Nasdaq Composite kembali menguat dan berakhir di zona hijau. Sementara itu, indeks S&P 500 ditutup melemah tipis.

Di sisi lain, reli pada aset pasar negara berkembang (emerging market) memperlihatkan sinyal optimisme bahwa delegasi China yang berkunjung ke AS pada pekan depan dapat memuluskan jalan untuk tercapainya kesepakatan dagang AS—China.

Sentimen positif lainnya juga datang dari Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang mempertimbangkan untuk mengakhiri program pemangkasan neraca keuangan lebih cepat daripada jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Langkah itu diperkirakan dapat melonggarkan kondisi keuangan.

“Menurut saya, ada potensi untuk masuknya aliran risk taking (pengambil risiko),” kata Tim Alt, Manajer Portofolio di Aviva Investors, seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (26/1/2019).

Lebih lanjut, kesepakatan mengenai Government Shutdown baru-baru ini dianggap merupakan perubahan pemikiran Trump yang dramatis. Pasalnya, selama lima pekan terakhir, dirinya tidak pernah memberikan persetujuan untuk kembali membuka pemerintahan federal tanpa pendanaan terhadap proposal pembangunan tembok perbatasan. 

Akibat penutupan pemerintahan tersebut, perjalanan udara menjadi kacau dan proses pengumpulan pajak menjadi terancam.

“Kami masih belum mendapat kejelasan, tapi setidaknya krisis ini telah ditunda atau dipercepat,” kata John Carey, Direktur Pelaksana dan Manajer Portofolio di Amundi Pioneer Asset Management.

Dalam perkembangan terpisah, obligasi Venezuela menanjak 30,9% seiring dengan tampilnya Uni Eropa untuk mendesak dilakukan Pemilu secepatnya. Kontrak berjangka West Texas ditutup menguat karena trader mencermati krisis di Venezuela beserta dampaknya terhadap produksi minyak.

Dari Eropa, pound mencatatkan nilai terbaiknya dalam sepekan sejak September 2017. Hal itu memperlihatkan optimisme bahwa Brexit tanpa kesepakatan dapat dihindari.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top