Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hari Kelahiran Australia 26 Januari, Warga Pribumi: Itu Hari Pendudukan

Perayaan Hari Kelahiran Australia yang jatuh 26 Januari menjadi pro dan kontra antara warga pendatang dan pribumi. Warga pendatang mengklaim 26 Januari adalah hari jadi, sedangkan warga pribumi menuduhkan sebagai hari pendudukan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  20:15 WIB
/mlborlife.com
/mlborlife.com

Bisnis.com, JAKARTA –  Perayaan Hari Kelahiran Australia yang jatuh 26 Januari menjadi pro dan kontra antara warga pendatang dan pribumi. Warga pendatang mengklaim 26 Januari adalah hari jadi, sedangkan warga pribumi menuduhkan sebagai hari pendudukan.

 Ribuan warga Australia diperkirakan menggelar unjuk rasa pada Sabtu, saat hari libur nasional yang ditujukan untuk memperingati hari kelahiran Australia modern memecah negara itu.

Hari Kelahiran Australia pada 26 Januari diperingati sebagai perayaan kedatangan "Armada Pertama" ke Sydney Cove, yang sebagian besar membawa narapidana dan pasukan dari Inggris pada 1788.

Bagi banyak warga pribumi Australia, yang memiliki garis silsilah di benua itu hingga 50.000 tahun ke belakang, Hari Kelahiran Australia  itu merupakan "Hari Pendudukan", awal dimulainya penjajahan Inggris terhadap tanah warga Aborigin dan penindasan kejam mereka.

"Merayakan Hari Kelahiran Australia pada 26 Januari itu menyakitkan hati," kata Joe Williams, pekerja medis untuk masalah kejiwaan yang juga mantan pemain liga rugbi profesional.

"Memperingati pendudukan yang membuat warga kita direnggut, diusir, dan ditekan selama sekitar 230 tahun, benar-benar menyakitkan hati," katanya kepada Reuters Television, Jumat (25/1/2019), seperti dilaporkan Antara.

Warga pribumi Australia, yang berjumlah sekitar 700.000 jiwa, berada di posisi paling bawah dalam setiap indikator sosial dan ekonomi negara yang berpenduduk 25 juta jiwa tersebut.

Meski jajak pendapat publik menyebutkan bahwa hampir setengah warga negara itu mendukung perubahan Hari Australia, pemerintahan konservatif berada di bawah tekanan untuk menetapkan 26 Januari sebagai hari libur nasional secara sah.

"Kita harus membiarkan 26 Januari sebagai hari istimewa dalam kalender kita," kata Nick Folkes, pelukis asal Sydney.

"Ini berarti menghormati dan mengakui pengorbanan yang dilakukan para penjelajah, pemukim, narapidana kita," kata pelukis tersebut.

Pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison, yang akan menghadapi pemilu yang dijadwalkan pada Mei, menentang adanya perubahan dan menguatkan dukungan bagi hari peringatan itu.

Bulan ini, pemerintah memerintahkan dewan pemerintah daerah untuk menggelar upacara pengesahan warga negara baru pada hari libur Hari Australia dan Hari Kewarganegaraan Australia pada 17 September. Jika mereka tidak menaatinya, kewenangan mereka akan dicabut.

Morrison juga berjanji akan mengucurkan hampir tujuh juta dolar Australia (sekitar Rp70,1 miliar) untuk pembuatan replika kapal HMS Endeavour milik Kapten James Cook, kapal pertama yang mencapai pesisir timur Australia pada 1770.

Kapal replika itu akan melakukan pelayaran mengelilingi Australia tahun depan untuk memperingati 250 tahun pelayaran Kapten Cook.

Pemimpin oposisi Bill Shorten telah mengeritik Morrison karena menghamburkan pajak rakyat pada "kegilaan terhadap Kapten Cook". Meskipun demikian, sang perdana menteri mengatakan kapal itu "akan menyatukan rakyat Australia".

"Saya yakin itu akan menjadi pelayaran yang menyatukan rakyat Australia," kata Morrison di Cairns bulan ini. "Saya senang pelayarannya akan diselesaikan dengan penuh semangat itu (persatuan)."


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

australia
Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top