Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Survei Indikator: Mayoritas Pendukung Partai Tidak Solid Memilih Capres yang Diusung

Secara umum hampir tidak ada partai politik yang memiliki basis pendukung untuk memilih sejalan dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  17:45 WIB
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (ketiga kiri) dan Ma'ruf Amin (kiri) bersalaman dengan pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kanan) dan Sandiaga Uno (kanan) usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — Secara umum hampir tidak ada partai politik yang memiliki basis pendukung untuk memilih sejalan dengan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang mereka usung.

Peneliti Indikator Rizka Halida mengatakan bahwa pemilih yang mereka sebut split ticket voting ini hanya PKPI yang setia dengan arahan partai. “Partai koalisi Jokowi-Ma'ruf tetap memilih calon yang diusung sebesar 75,9% dan koalisi Prabowo-Sandi 71,8%. Sementara split ticket voting dari Jokowi-Ma'ruf 24,1% dan Prabowo-Sandi 28,2%,” katanya di Jakarta, Rabu (23/1/2019).

Rizka menjelaskan bahwa pada partai koalisi peserta pemilihan presiden nomor urut 01, PDIP menjadi paling solid karena mendukung Jokowi-Ma'ruf sebesar 90,1%. PPP dan Hanura sangat banyak terbelah yaitu 53,7% berbanding 43,2% dan Hanura yakni 59,1%:39,6%.

PSI (91,9%:8,1%) dan PKPI (100%:0%) sangat solid mendukung calon yang diusung meski basis suaranya masih rendah.

Sementara itu partai pendukung Prabowo-Sandi tidak ada pemilih setia. Gerindra yang ketua umumnya menjadi capres memiliki suara solid 81,5% dengan 14,1% menjadi split ticket.

“Sementara itu Demokrat dan Berkarya paling banyak terbelah mendukung petahana sekitar 40%-42%,” jelas Rizka.

Rizka menerangkan bahwa split ticket dapat mengidentifikasi setidaknya dua hal, yaitu keberhasilan partai dalam menjaga loyalitas pemilih dan kekuatan personal peserta pilpres untuk menarik sebanyak mungkin pemilih, bahkan dari basis partai yang tidak mengusungnya.

Survei Indikator dilakukan pada 16-26 Desember lalu yang menggunakan populasi secara acak sebanyak 1.220 responden dengan tingkat kesalahan -2,9%.

 




Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019
Editor : Rahayuningsih

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top