Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini Pidato Lengkap 3 Menit Visi-Misi Jokowi dan Prabowo pada Debat 17 Januari

Komisi Pemilihan Umum menggelar debat perdana pasangan Capres-Cawapres Pemilihan Presiden 2019, Kamis (17/1/2019).
Miftahul Ulum
Miftahul Ulum - Bisnis.com 17 Januari 2019  |  21:16 WIB
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin (ketiga kanan) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) bersama pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) dan Ma'ruf Amin (ketiga kanan) serta pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto (kedua kiri) dan Sandiaga Uno (kedua kanan) bersiap mengikuti debat pertama Pilpres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum menggelar debat perdana pasangan Capres-Cawapres Pemilihan Presiden 2019, Kamis (17/1/2019). Topik yang diangkat hukum dan HAM, terorisme dan korupsi.

Dalam gelaran yang dimulai pukul 20.00 WIB, pasangan calon no.1 mendapat kesempatan menyampaikan visi-misi terlebih dulu.

Berikut tiga menit pidato Joko Widodo:

Salam pembukaan.

Bapak Ibu Saudara sekalian seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai. Yang saya hormati pimpinan KPU dan Bawaslu. Yang saya hormati Bapak Prabowo Subianto dan Bapak Sandiaga Uno kawan baik saya. Yang saya hormati KH Ma'ruf Amin.

Bapak Ibu yang saya hormati. Visi kami adalah Indonesia maju. Kami menawarkan optimisme dan masa depan Indonesia yang berkeadilan.

Saya berkeyakinan semakin maju, semakin demokratis dan modern sebuah negara maka penegakan hukum dan HAM akan semakin baik. Bukan hanya hak sipil dan hak politik yang penting, tetapi pemenuhan hak ekonomi, hak sosial dan budaya menjadi pilihan kami untuk memajukan Indonesia.

Seperti akses terhadap lahan, akses terhadap pendidikan, akses terhadap pelayanan kesehatan, akses terhadap permodalan dan hak atas pembangunan merupakan cara pemenuhan hak asasi manusia yang paling mendasar.

Memang kita masih memiliki beban pelanggaran HAM berat masa lalu. Tidak mudah menyelesaikannya karena masalah kompleksitas hukum, masalah pembuktian dan waktu yang terlalu jauh. Seharusnya ini sudah selesai setelah peristiwa itu terjadi. Tapi kami tetap berkomitmen untuk menyelesaikan masalah HAM ini.

Dan untuk menjamin hak-hak tersebut, negara harus didukung sistem hukum yang adil dan penegakan supremasi hukum yang baik melalui reformasi kelembagaan dan penguatan sistem manajemen hukum yang baik dan budaya patuh hukum yang harus terus diperbaiki.

Dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, penegakan hukum yang tegas merupakan bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang terus kita lakukan melalui perbaikan sistem pemerintahan dan bekerjasama menguatkan KPK, serta mendorong sinergi KPK dengan kejaksaan dan kepolisian.

Terakhir kita tetap harus waspada terhadap terorisme, pemerintah terus bekerja keras lewat pendekatan hukum yang tegas dan pendekatan lewat pembinaan agama ekonomi dan sosial.


Kesempatan pemaparan visi & misi diberikan ke paslon no.2. Prabowo menyampaikan:

Salam pembukaan.

Saudara-saudara sekalian, hadirin hadirot yang saya hormati, pasangan calon no.1 yang saya hormati dan saya banggakan. Saudara-saudara sekalian.

Visi kami, kami beri nama Indonesia menang. Indonesia menang karena sekarang kita rasakan indikator-indikator menunjukkan bahwa kita berada dalam kondisi yang tidak begitu menguntungkan.

Di dunia ini ada 200 negara kurang lebih, 30 disebut sangat berhasil, 30 sangat tidak berhasil dan miskin, sisanya berada di tengah-tengah.

Ciri khas negara yang berhasil adalah harus swasembada pangan, bahan bakar, air bersih. Dan juga lembaga-lembaga pemerintahan harus kuat, terutama Lembaga-lembaga penegak hukum, hakim, jaksa dan polisi harus unggul, dan harus baik dan harus tidak boleh sama sekali diragukan integritasnya. Karena itu kami dalam menghadapi masalah hukum, masalah korupsi, masalah HAM dan terorisme, kami ingin menyelesaikan dari muara masalah.

Muara masalah menurut kami adalah kita harus cukup uang untuk menjamin kualitas hidup semua petugas yang punya wewenang mengambil keputusan sehingga dia tidak bisa dikorupsi, dia tidak bisa tergoda oleh godaan-godaan koruptor, atau yang akan menyogok atau memengaruhi dia. Ini strategi kami. Kita bisa mengatasinya secara represif, tapi menurut kami masalahnya harus berakar dari akar masalah. Kita harus kaji hakim begitu hebat sehingga tidak akan terpengaruh, demikian jaksa, demikian polisi.

Untuk itu harus menguasai sumber-sumber ekonomi bangsa Indonesia, itu strategi utama kita. Kita yakin dengan lembaga yang bersih, yang kuat kita bisa menegakkan kepastian hukum. Hukum untuk semua, bukan untuk orang-orang kuat atau orang-orang kaya saja. Saya kira itu tekad kami. Keadilan untuk semua, keamanan untuk semua, kemakmuran untuk semua.

Saya kira demikian.

Sandiaga melanjutkan:

Hukum yang tidak tebang pilih, tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas. Hukum yang menghadirkan kepastian, sehingga bisa membuka peluang ekonomi, menciptakan lapangan kerja, juga kita pastikan hukum tersebut menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat.

Banyak masyarakat masih mengeluh, itu PR kita. Bersama Prabowo, Sandi, insyallah kita tegakkan hukum, kita pastikan tidak ada korupsi lagi, dan kita pastikan Indonesia jaya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top