Ini Tiga Hal Penting Dalam Pemulihan Bencana Lingkungan

Dalam proses pemulihan bencana lingkungan terdapat tiga hal penting yang harus menjadi perhatian.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 12 Januari 2019  |  11:56 WIB
Ini Tiga Hal Penting Dalam Pemulihan Bencana Lingkungan
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi IV DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/10/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
 
Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam proses pemulihan bencana lingkungan terdapat tiga hal penting yang harus menjadi perhatian. 
 
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menjelaskan ketiga hal penting dalam upaya pemulihan bencana lingkungan tersebut yaitu pengurangan risiko dan ketahanan terhadap bencana (disaster risk reduction and resilience); respon atau tanggap darurat (emergency response); serta pemulihan awal dan pemulihan jangka panjang (early recovery and recovery).
 
Siti menambahkan dampak dari sebuah bencana alam dapat menimpa manusia dan lingkungan. Bisa jadi manusia menjadi penyebab bencana lingkungan, atau sebaliknya lingkungan memberikan bencana kepada manusia. 
 
"Untuk itu kita harus mereduksi resiko bencana, merespon dengan cepat, dan mempersiapkan pemulihan awal serta antisipasi dampak lebih lanjut yang terkadang lebih berbahaya bagi manusia maupun lingkungan,” ujar Siti, melalui rilis yang diterima Bisnis, Sabtu (12/1/2019). 
 
Pada pengurangan risiko bencana, Menteri Siti mengingatkan bagaimana pengelolaan ekosistem dan sumberdaya alam akan mampu mengurangi risiko bencana. Begitupun sebaliknya, manusia juga harus dapat mengukur dan memonitor bencana terhadap kerusakan ekosistem dan sumberdaya alam.
 
Melangkah ke fase selanjutnya dalam upaya pemulihan bencana lingkungan adalah tanggap darurat dengan memberikan respon yang cepat. 
 
Siti mengatakan para ahli lingkungan harus dapat berkontribusi dalam memberikan respons terhadap lingkungan dan manusia dari sebuah bencana.
 
“Tidak hanya memetakan potensi bencana, namun para ahli juga dapat berkontribusi paska bencana untuk mengurangi berbagai resiko,” ujarnya. 
 
Terakhir, pemulihan awal dan pemulihan jangka panjang. Tujuannya adalah membangun dan memulihkan kembali manusia dan lingkungan menjadi lebih baik setelah bencana.
 
Dia mencontohkan sering kali masyarakat perlu mengantisipasi hal yang lebih buruk saat bencana telah berhenti. Misalnya bagaimana merespons dan memulihkan sebuah lokasi bencana yang ternyata disitu juga terdapat banyak pabrik kimia. 
 
"Jika tidak direspon dengan baik tentu menjadi ancaman serius bagi manusia dan lingkungan dalam jangka panjang," katanya. 
 
Oleh sebab itu, Siti meminta seluruh jajaran di KLHK dan kementerian/lembaga terkait bencana lingkungan untuk saling bersinergi dalam pemulihan bencana alam. 
 
Menurutnya, diperlukan inventarisasi teknologi dan sumberdaya yang dimiliki oleh KLHK, BMKG, BNPB, BPPT serta LAPAN dan kemudian diintegrasikan secara bersama.
 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bencana alam

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top