Dapur Umum Diharapkan Bisa Penuhi Kebutuhan Korban Tsunami

Kementerian Sosial mengharapkan dapur umum dapat memenuhi kebutuhan pengungsi korban ataupun warga terdampak tsunami.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Desember 2018  |  01:12 WIB
Dapur Umum Diharapkan Bisa Penuhi Kebutuhan Korban Tsunami
Suasana Desa Way Muli, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, yang tersapu tsunami, Minggu (23/12/2018). - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, BANDAR LAMPUNG – Direktur Perlindungan Sosjal Korban Bencana Alam (PSKBA) Kementerian Sosial Margowiyono mengharapkan dapur umum dapat memenuhi kebutuhan pengungsi korban ataupun warga terdampak tsunami.

"Saya ingin memastikan pelayanan dan kesiapan dapur umum untuk para pengungsi yang ada di Kantor Gubernur Lampung," kata Margowiyono saat meninjau kondisi pengungsi di Kantor Gubernur Lampung, Minggu (30/12/2018).

Menurut dia, dengan peninjauan ini para pengungsi yang ada di Kantor Gubernur Lampung maupun di Kabupaten Lampung Selatan benar-benar bisa mendapatkan makanan yang diperlukan.

Jumlah dapur umum untuk para pengungsi sampai saat ini ada enam yang dibagi menjadi dua wilayah, yakni Kantor Gubernur Lampung di Kota Bandar Lampung dan di Kalianda, ibu kota Kabupaten Lampung Selatan.

Selama persediaan makanan di posko dan dapur umum mencukupi, para pengungsi dipastikan mendapatkan bantuan tersebut. Bahkan bantuan yang diterima dari para donatur akan langsung didistribusikan kepada para pengungsi.

"Para pengungsi harus bisa mendapatkan semua makanan yang ada di posko. Pokoknya semua makanan kalau bisa dihabiskan, karena ini semua sudah amanah yang diberikan kepada posko ini," tuturnya.

Margowiyono menjelaskan relawan Taruna Tanggap Bencana (Tagana) di Provinsi Lampung wajib membantu tim lainnya di lapangan untuk evakuasi, baik di lokasi bencana maupun di lokasi pengungsian.

Jumlah relawan Tagana di Lampubg mencapai 508 personil dan yang diterjunkan ke lokasi di Kalianda hampir dari 50 persen dibantu dengan kabupaten dan kota se-Provinsi Lampung.

"Jadi, semua kabupaten/kota yang memiliki relawan Tagana bisa turun langsung untuk membantu evakuasi korban, mencari korban yang hilang dan membuka dapur umum," tuturnya.

Dia juga menjelaskan setiap korban yang meninggal dunia akan mendapatkan bantuan berupa uang tunai dari Kementerian Sosial yang akan langsung diserahkan kepada keluarga korban atau ahli waris.

Pada kunjungan tersebut, Margowiyono didampingi oleh Kasubdit Penanganan Korban Bencana Alam (PKBA) Iyan kusmadiana, Mako Tagana Training Center (TTC) Kemensos Adox Hermawan, dan para pejabat lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lampung, Tsunami Selat Sunda

Sumber : Antara

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top