Indonesia Masih Miliki Pekerjaan Rumah Soal Perundingan Batas Maritim

Sebagai negara kepulauan yang memiliki sejumlah batas maritim dengan wilayah lain, Indonesia termasuk negara tersibuk yang terlibat perundingan perbatasan laut.
Iim Fathimah Timorria | 21 Desember 2018 17:43 WIB
Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional Damos Dumali Agusman (kiri) dan Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri Bebeb Abdul Kurnia Nugraha Djundjunan (kanan) di Jakarta, Jumat (21/12/2018) - Bisnis/Iim Fathimah Timorria

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagai negara kepulauan yang memiliki sejumlah batas maritim dengan wilayah lain, Indonesia termasuk negara tersibuk yang terlibat perundingan perbatasan laut.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI Damos Dumali Agusman di Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Ia mengungkapkan bahwa sepanjang 2018, Indonesia melakukan 5 perundingan batas maritim yang melibatkan 4 negara. Di antaranya adalah dua perundingan batas landas kontinen dengan Malaysia dan perundingan zona ekonomi eksklusif dengan Palau, Vietnam, dan India.

"Kita juga masih punya pekerjaan rumah 8 batas maritim yang akan dirundingkan. Batas-batas itu melibatkan 8 negara. Oleh karena itu saya sebutkan bahwa Indonesia termasuk negara paling sibuk yang merundingkan batas maritim," papar Damos kepada wartawan.

Damos juga menggarisbawahi bahwa negosiasi perundingan sejauh ini diprioritaskan pada perbatasan yang berpotensi menimbulkan konflik. Salah satunya perundingan dengan Vietnam yang masih berlanjut sampai saat ini.

"Prioritas saat ini adalah menyelesaikan perundingan batas yang berpotensi menimbulkan konflik. Australia tidak ada, Palau juga. Potensi konflik misalnya dengan Vietnam, makanya kita percepat," kata Damos.

Indonesia memiliki dua overlapping claim dengan Vietnam di sekitar Laut Natuna. Klaim tersebut meliputi batas landas kontinen dan ZEE.

Tag : kemenlu, maritim
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top