KABAR GLOBAL: Xi Jinping: China Tak Bisa Didikte, Rapat The Fed Dorong Laju Emas

Berita mengenai agenda kebijakan China serta pergerakan harga emas yang didorong rapat The Fed menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (19/12/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 19 Desember 2018  |  09:07 WIB
KABAR GLOBAL: Xi Jinping: China Tak Bisa Didikte, Rapat The Fed Dorong Laju Emas
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai agenda kebijakan China serta pergerakan harga emas yang didorong rapat The Fed menjadi sorotan media massa hari ini, Rabu (19/12/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Xi Jinping: China Tak Bisa Didikte. Presiden China Xi Jinping mengatakan bahwa Negeri Panda akan tetap pada agenda kebijakannya meskipun tengah mendapat tekanan dari Amerika Serikat. (Bisnis Indonesia)

Rapat The Fed Dorong Laju Emas.  Harga emas berkilau dalam sepekan karena nilai dolar Amerika Serikat tertekan menjelang rapat dewan gubernur bank sentral AS seiring dengan penantian investor pada kejelasan pengetatan kebijakan ekonomi Paman Sam oleh bank sentral. (Bisnis Indonesia)

Rekor Rendah Harga Minyak WTI. Harga minyak WTI anjlok 22,99% meluncur ke US$48,39 per barel seiring dengan perkiraan produksi shale oil di Amerika Serikat yang memicu kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar global. (Bisnis Indonesia)

Sejumlah Kreditur Ajukan Akselerasi. Pemerintah Venezuela kembali menghadapi tekanan dari dalam negeri. Selain masih bergulat dengan masalah hiperinfl asi, sekelompok kreditur kini menagih pembayaran obligasi gagal bayar senilai US$1,5 miliar. Hal itu bisa memicu kembali perselisihan lama antara kreditur dan negara anggota (OPEC) yang dilanda krisis. (Bisnis Indonesia)

Peran Rusia di Pemilu AS. Peran Rusia dalam kemenangan Presiden Donald Trump di Pemilihan Umum Amerika Serikat (AS) tahun 2016 terus terkuak. Agen-agen Rusia menggunakan semua platform media sosial untuk membantu Trump memenangi pemilihan presiden AS. (Kontan)

Dana US$ 3,1 Miliar untuk Mobil Listrik. Pemerintah Korea Selatan mendorong industri pembuatan suku cadang mobil dan penggunaan mobil listrik. Tahun depan, Korea Selatan akan menganggarkan lebih dari US$ 3,1 miliar untuk pengembangannya. (Kontan)

Italia Harus Pangkas Anggaran 2,5 Miliar. Uni Eropa minta Italia untuk memotong anggaran tahun 2019 sebesar 2,5 miliar hingga 3 miliar. Hal ini menjadi bagian penghematan untuk negeri Pizza tersebut. Italia bahkan sudah mengirim versi baru anggarannya ke Komisi Eropa. (Kontan)

Jelang Brexit, PDB Inggris Cuma 1,5%. Kondisi ekonomi Inggris masih mengkhwatirkan. Menjelang British Exit (Brexit), ekonomi di negeri Ratu Elizabeth masih belum menentu malahan menuju resesi. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kabar global

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top