Senator Senior AS Yakin Pangeran Mohammed Terlibat Pembunuhan Jamal Khashoggi

Sejumlah senator senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka yakin Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman bertanggung jawab dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Keyakinan itu mengemuka setelah mereka menerima penjelasan dari Badan Intelijen Amerika, CIA.
Iim Fathimah Timorria | 05 Desember 2018 13:03 WIB
Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammad bin Salman (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (kanan) di Gedung Putih, Washington, DC, AS, Selasa (20/3). - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah senator senior Amerika Serikat mengungkapkan bahwa mereka yakin Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman bertanggung jawab dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Keyakinan itu mengemuka setelah mereka menerima penjelasan dari Badan Intelijen Amerika, CIA.

"Anda pasti sengaja membutakan diri jika tidak menyimpulkan bahwa pembunuhan ini dilakukan orang-orang atas perintah MbS (Mohammed bin Salman)," kata Senator Partai Republik, Lindsey Graham,  Selasa (4/12/2018) usai bertemu Direktur CIA Gina Haspel sebagaimana dilansir Reuters.

Dalam upayanya untuk menekan Presiden Donald Trump supaya mengutuk Pangeran Mohammed, Graham yang merupakan salah satu mitra terdekat Trump mengatakan telah ada bukti nyata yang mengarah pada MbS.

Usai melayangkan tuduhan keras tersebut, Senator dari Partai Republik maupun Demokrat bertekad tetap menyampaikan pesan bahwa Amerika Serikat mengutuk pemerintahan Saudi atas keterlibatan MbS. Kendati demikian, kedua partai masih berbeda pendapat soal bagaimana melakukannya.

Mayoritas anggota Partai Demokrat menginginkan pemerintah Amerika Serikat berhenti membantu persenjataan Arab Saudi dalam konflik Yaman sebagai wujud protes. Di sisi lain, sejumlah senator Partai Republik dan Pemerintahan Trump mengungkapkan bahwa aksi tersebut dapat mencederai hubungan dengan Arab Saudi yang merupakan mitra penting bagi AS dalam melawan Iran.

"Seseorang harus dihukum," kata Senator Partai Republik Richard Shelby.

"Permasalahannya sekarang adalah bagaimana memisahkan MbS dan orang-orang suruhannya dari Arab Saudi?" lanjutnya, merujuk pada kemungkinan rusaknya hubungan AS dan Saudi jika Negara Paman Sam memutuskan memberi sanksi kepada MbS.

Minggu lalu, 14 senator Partai Republik mendukung usulan Partai Demokrat untuk menghentikan dukungan senjata bagi Saudi dalam konflik Yaman.

Hasil voting yang tidak biasa itu muncul beberapa saat setelah Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan Jim Mattis meminta badan legislatif tidak melakukan apa pun yang dapat mengganggu hubungan Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Sumber : Reuters

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top