Dramatis, Begini Upaya Kaum Migran Menerobos Masuk Amerika Serikat

Kaum migran dari Amerika Tengah yang tertahan di gerbang masuk Amerika Serikat di Meksiko memilih menerobos pagar perbatasan, Senin (3/12/2018).
Newswire | 04 Desember 2018 15:07 WIB
Arsip foto perjuangan para migran di atas gerbong kereta api La Bestia yang akan membawa mereka dari Meksiko ke AS - IOM/Keith Dannemiller

Bisnis.com, TIJUANA, Meksiko - Bagi kaum migran, Amerika Serikat masih menjadi tanah harapan dan harus dicapai bagaimana pun caranya.

Tengok saja bagaimana kaum migran dari Amerika Tengah yang tertahan di gerbang masuk Amerika Serikat di Meksiko memilih menerobos pagar perbatasan, Senin (3/12/2018).

Mereka menanggung risiko ditahan oleh Pemerintah AS. Selebihnya, mereka berharap hal itu akan membuka kemungkinan untuk mengajukan suaka.

Sejak pertengahan Oktober, ribuan warga Amerika Tengah --kebanyakan dari Honduras-- melakukan perjalanan ke utara melalui Meksiko menuju Amerika Serikat dalam satu caravan. Sebagian dari mereka berjalan kaki.

Presiden AS Donald Trump telah berikrar akan menghentikan langkah kaum migran memasuki negerinya. Ia mengirim tentara untuk memperkuat penjagaan di perbatasan dan berusaha mengubah prosedur, tindakan yang sejauh ini ditolak oleh pengadilan. Trump ingin para pencari suaka tetap berada di Meksiko saat kasus mereka dipertimbangkan.

Banyak migran, yang kecewa dan kehabisan tenaga setelah berpekan-pekan menghadapi ketidakpastian, menjadi sangat putus-asa sejak terjebak di kamp kumuh di Kota Tijuana di perbatasan Meksiko.

Akibatnya sejumlah migran memilih menghindari prosedur resmi dan berusaha memasuki AS secara tidak sah dari Tijuana. Hal itu terjadi saat senja datang pada Senin, di satu tempat sekitar 450 meter dari Samudra Pasifik.

Dalam waktu kurang dari satu jam, Reuters --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang-- mengamati sebanyak dua lusin orang memanjat pagar berupa lempengan dan pilar baja dengan ketinggian sekitar tiga meter.

Mereka memilih satu tempat di selokan lebar tempat pagar perbatasan agak rendah.

Tepat sebelum senja, tiga orang yang bertubuh kurus mendorong pagar yang berada di pantai dan dengan cepat dicomot oleh Patroli Perbatasan AS, kata beberapa saksi mata.

Tapi di sepanjang perbatasan darat saat kegelapan menyelimuti, makin banyak migran mengikuti lelaki kurus tersebut, banyak migran bahkan membawa anak.

Sebagian migran menggunakan selimut sebagai tambang untuk membantu orang yang mereka cintai memanjat pagar, kata saksi mata.

Seorang ibu dan anak-anaknya melewati pagar pertama dan menghilang dalam kegelapan malam.

Pemandangan mereka memanjat pagar mendorong yang lain melakukan hal serupa, bahkan saat satu helikopter berpatroli di atas mereka di wilayah AS.

Sebelumnya, Keren Mayeni, warga negara Honduras yang berusia 29 tahun, mengukur ketinggian pagar sambil memegang tiga anaknya --yang berusia enam, 11 dan 12 tahun.

"Kami cuma mengawasi, dan menunggu untuk melihat apa yang terjadi," kata Mayeni. "Kami akan memikirkan apa yang akan dilakukan dalam dua hari." Sembilan menit kemudian, wanita itu dan keluarganya sudah melewati pagar.

Sejumlah migran berlari untuk berusaha menghindari penangkapan, tapi sebagian besar dari mereka berjalan lambat-lambat ke tempat para pejabat Patroli Perbatasan AS menunggu di bawah sinar lampu untuk menyerahkan diri.

Sumber : Antara/Reuters

Tag : amerika serikat, meksiko
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top