KABAR GLOBAL 3 DESEMBER: Eropa Semakin Sibuk, Rencana Qualcomm Akuisisi NXP Berpeluang Disetujui

Sejumlah berita mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (3/12/2018), di antaranya mengenai persiapan jelang KTT Eropa serta rencana Qualcomm mengakuisisi NXP.
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 Desember 2018 08:34 WIB
Mata uang Euro - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita mancanegara menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (3/12/2018), di antaranya mengenai persiapan jelang KTT Eropa serta rencana Qualcomm mengakuisisi NXP.

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:    

 Eropa Semakin Sibuk. Kurang dari satu dekade sejak krisis keuangan hampir mencerai-beraikan Zona Euro, dorongan mereformasi kawasan mata uang tunggal itu kini semakin mendekati akhir. (Bisnis Indonesia)

Rencana Qualcomm Akuisisi NXP Berpeluang Disetujui. Presiden China Xi Jinping menyatakan bahwa akan mempertimbangkan untuk menyetujui akuisisi NXP Semiconductor NV oleh Qualcomm Inc. yang bernilai US$44 miliar. (Bisnis Indonesia)

Kembalinya Pasar Kedelai AS-China. Angin segar berhembus setelah pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Argentina dinilai berhasil menyepakati alur perdagangan produk pertanian antarkedua negara, khususnya komoditas kedelai. Harga pun berpotensi menguat. (Bisnis Indonesia)

Emas Diprediksi Reli pada 2019. Perdagangan komoditas emas berpotensi reli seiring dengan spekulasi yang berkembang bahwa Bank Sentral AS, Federal Reserve, kemungkinan menahan laju kenaikan suku bunga pada 2019. (Bisnis Indonesia)

AS dan China Gencatan Senjata. Dunia bisa sedikit bernapas lega. Amerika Serikat (AS) dan China akhirnya mencapai kesepakatan gencatan senjata dalam perang dagang mereka. Kesepakatan tersebut tercapai pasca pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela KTT G-20 di Buenos Aires. Argentina, Sabtu (1/12). (Kontan)

Rusia-Ukraina Masih Panas. Sepertinya, konflik Rusia dan Ukraina masih akan memanas. Apalagi Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan, tidak akan mengakhiri perang selama Pemerintah Ukraina saat ini masih terus berkuasa. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top