Aplikasi Pendidikan Tak Akan Gantikan Peran Sekolah

Platform pendidikan berupa aplikasi yang dapat diakses melalui gawai semakin diminati oleh para pelajar dan pengajar di dunia pendidikan. Namun, keberadaannya tidak akan menggantikan peran sekolah formal.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 30 November 2018  |  19:31 WIB
Aplikasi Pendidikan Tak Akan Gantikan Peran Sekolah
Siswa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer Tahun 2018 di Sekolah Menengah Atas (SMA) Santo Tarcisius di Dumai, Dumai, Riau, Senin (9/4). Sebanyak 28.293 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Riau melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan sebanyak 35.537 siswa lainnya mengikuti ujian menggunakan peralatan kertas dan pensil (UNKP) yang berlangsung hingga 12 April 2018 mendatang. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Platform pendidikan berupa aplikasi yang dapat diakses melalui gadget (gawai) semakin diminati oleh para pelajar dan pengajar di dunia pendidikan. Alasannya, mereka dapat dengan memperoleh informasi seputar ilmu pengetahuan kapanpun dan dimanapun.

Pengamat pendidikan Doni Koesoema mengatakan bahwa aplikasi pendidikan ini dapat menjadi pilihan baru yang dapat disandingkan dengan bimbingan belajar dan les privat. Namun, dia menegaskan peran sekolah formal sebagai tempat belajar dan mengajar tidak akan tergantikan.

"Interaksi langsung antara siswa dan guru di dalam kelas memiliki kelebihan yang tidak akan didapat dari aplikasi pendidikan apapun. Ada kedekatan emosional yang terjalin di sana dan itu penting bagi suksesnya proses belajar-mengajar," paparnya kepada Bisnis (30/11/2018). 

Hal senada juga disampaikan oleh Hubungan Masyarakat (Humas) Quipper Ike Yuningsih.

Menurutnya, peran Quipper sebagai salah satu aplikasi pendidikan hanya membantu para siswa yang berada di lokasi tertentu, di mana akses bimbingan belajar di luar sekolah masih jarang atau sulit di jangkau.

"Masih banyak juga siswa yang terkendala finansial untuk bisa mengikuti bimbingan belajar atau les privat. Quipper hadir menjadi solusi karena memiliki dua program yang dapat diakses cuma-cuma yakni Quipper School dan Quipper Campus. Sedangkan program premium seperti Quipper Video dapat diakses dengan cara berlangganan tetapi dengan biaya yang relatif lebih murah dari bimbingan belajar konvensional," imbuhnya.

Dia juga memastikan bahwa materi ajar yang disampaikan oleh Quipper sejalan dengan kurikulum yang dicanangkan pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pendidikan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup