Soal Sengketa Laut China Selatan, Rusia Pilih Tidak Ikut Campur

Duta Besar Rusia untuk Asean, Alexander Ivanov menekankan meskipun Rusia kini menjadi mitra strategis Asean dalam bidang kerja sama keamanan, Rusia tidak akan mencampuri penyelesaian sengketa Laut China Selatan yang melibatkan China dan sejumlah negara Asean.
Iim Fathimah Timorria | 30 November 2018 13:43 WIB
Kepulauan Spratly di Laut China Selatan - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Duta Besar Rusia untuk Asean, Alexander Ivanov menegaskan, meskipun Rusia kini menjadi mitra strategis Asean dalam bidang kerja sama keamanan, Rusia tidak akan mencampuri penyelesaian sengketa Laut China Selatan yang melibatkan China dan sejumlah negara Asean.

"China dan juga Asean, keduanya merupakan mitra strategis Rusia. Kami tidak memihak mana pun. Selain itu, kami tidak secara langsung terlibat dengan isu ini," kata Ivanov di Jakarta , Jumat (30/11/2018).

Ivanov memaparkan Rusia meyakini sengketa Laut China Selatan hanya bisa diselesaikan melalui cara-cara politis oleh pihak-pihak yang terlibat, dalam hal ini negara Asean dan China secara langsung.

"Kami meyakini intervensi dari pihak ketiga akan menghalangi tercapainya perdamaian pada pihak yang bersengketa," sambung Ivanov.

Selain itu, Rusia juga mengapresiasi perkembangan diskusi antara China dan negara Asean yang pada pertemuan KTT Asean di Singapura pada pertengahan November lalu menyepakati teks negosiasi tunggal terkait Code of Conduct (kode etik) soal Laut China Selatan.

Kode etik tersebut diharapkan dapat rampung pada 2019. Kode etik tersebut akan menjadi 'aturan main' yang mengikat secara hukum terhadap pihak yang terlibat dan digunakan untuk mencegah konfrontasi bersenjata di Laut China Selatan.

Tag : rusia
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top