Jember Bisa Jadi Embarkasi Haji 2020

Pemerintah Kabupaten Jember optimistis Bandara Notohadinegoro Jember dapat menjadi embarkasi haji pada 2020.
Rinaldi Mohammad Azka | 23 November 2018 00:13 WIB
Penumpang berjalan menuju pesawat carter PT Karisma Bahana Aviasi, di Bandara Notohadinegoro, Ajung, Jember, Jawa Timur, Selasa (28/11). Sebanyak 16 penumpang tujuan Hong Kong, melakukan penerbangan dari Bandara Notohadinegoro menggunakan pesawat carter terkait erupsi Gunung Agung. - ANTARA/Seno

Bisnis.com, JEMBER -- Pemerintah Kabupaten Jember optimistis Bandara Notohadinegoro Jember dapat menjadi embarkasi haji pada 2020.

Bupati Jember Faida menjelaskan dalam rangka pengerjaan pengembangan bandara tersebut, Pemerintah daerah beserta PT Angkasa Pura II dan PT Perkebunan Negara XII sudah membagi peran dan pekerjaan masing-masing.

"Bandara Jember tahun ini tugas kita melebarkan akses ke bandara, tahun ini sudah kita selesaikan dengan menambah lebar 7 meter ya 3,5m kanan dan 3,5m kiri dan ini kita tuntaskan. Tahun ini tugasnya Pemkab Jember adalah menyelesaikan master plan bersinergi dengan PT Angkasa Pura II dan Kementerian Perhubungan dan ini juga kita selesaikan," ujarnya, Kamis (22/11/2018).

Selain itu, tugas Pemkab Jember lainnya adalah menyelesaikan bangunan untuk asrama haji dengan lima fungsi, pertama asrama haji, kedua hotel transito, ketiga sekaligus Wisma Atlet, Wisma Diklat dan tamu-tamu daerah. Dengan demikian, hotel tersebut tidak hanya berfungsi sebagai asrama haji yang temporer tetapi secara keseluruhan dapat berfungsi secara maksimal.

Pemkab Jember lanjutnya membangun asrama haji menggunakan APBD dengan anggaran antara Rp100 miliar-Rp150 miliar sebagai tahap awal, sementara pelebaran jalan sudah selesai.

Sementara itu, Pemkab masih berupaya menyelesaikan pembebasan tanah sekitar bandara agar dapat menjadi embarkasi umroh dan haji dan pesawat Boeing bisa mendarat di Jember.

"Kita tunggu sekarang adalah menyelesaikan MoU lebih detil antara Angkasa Pura II dengan Pemkab Jember dan PTPN XII tentang nanti ke depan pengelolaan bandara tersebut kalau sudah dikembangkan. Sekarang yang sudah berjalan itu PT Angkasa Pura II akan memperpanjang runway dari 1.700 menjadi 2.250 sehingga tahun depan Boeing bisa masuk ke Jember," tuturnya.

Dengan demikian, langkah menuju peresmian bandara embarkasi haji menyisakan pengurusan kerjasama dengan Kementerian Agama untuk memenuhi berbagai persyaratan. Faida pun menargetkan pada 2020 Bandara Jember dapat melayani embarkasi haji.

Secara persyaratan lanjutnya, Jember dan sekitarnya telah memenuhi syarat minimal embarkasi yakni 12 kloter sedangkan rombongan haji dari Jember dapat mencapai 14 kloter.

Tag : jember
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top