Kawasan Asia Timur Tetap Menarik, WTO Akan Bertindak

Sejumlah berita mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (22/11/2018), di antaranya mengenai minat investor asing ke kawasan Asia Timur serta WTO yang akan bertindak terkait perang dagang.
Aprianto Cahyo Nugroho | 22 November 2018 09:16 WIB
Director-General World Trade Organization Roberto Azevedo menyampaikan pandangannya saat Trade Conference Session 1: Introductory Remarks pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Laguna, Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2018). - ANTARA/Jefri Tarigan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita mancanegara menjadi topik utama media massa hari ini, Kamis (22/11/2018), di antaranya mengenai minat investor asing ke kawasan Asia Timur serta WTO yang akan bertindak terkait perang dagang.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Kawasan Asia Timur Tetap Menarik. Adanya gejolak ekonomi di Argentina dan Turki beberapa waktu terakhir membuat minat investor asing ke pasar obligasi kawasan negara berkembang Asia Timur turun tipis. Namun, Asian Development Bank menilai kawasan itu tetap menarik.

WTO Akan Bertindak. Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization akan memberi penilaian terkait dengan kebijakan dagang yang dapat diambil suatu negara dengan alasan melindungi keamanan nasional. (Bisnis Indonesia)

May Bertolak ke Brussel. Perdana Menteri Inggris Theresa May bertolak ke Brussel, Belgia, untuk melanjutkan perundingan Brexit kendati posisinya masih terjepit di antara menteri kabinetnya dan ancaman dari para pemimpin Uni Eropa. (Bisnis Indonesia)

Hubungan China dan AS Meruncing. Menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di KTT G20 akhir bulan ini, hubungan kedua negara malah semakin tegang. (Kontan)

Tolak Pakta Imigrasi PBB. Australia menentukan sikap tegas, yakni tidak akan menandatangani perjanjian migrasi Global Compact for Migration dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Perdana Menteri Australia Scott Morrison beralasan, perjanjian itu akan membahayakan keamanan nasional. Australia bergabung dengan Amerika Serikat (AS), Israel dan beberapa negara Eropa Timur. (Kontan)

Presiden Interpol Baru. Organisasi kepolisian internasional atau Interpol memilih Kim Jong-yang dari Korea Selatan sebagai presiden Interpol pada Rabu (21/11). Kim mengalahkan pesaingnya dari Rusia. (Kontan)

Tag : kabar global
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top