Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Program Prabowo-Sandiaga: Perkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional

Program Prabowo-Sandiaga: Perkuat Sistem Pertahanan dan Keamanan Nasional
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 21 November 2018  |  15:45 WIB
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto menyampaikan pidato saat mengunjungi Pondok Pesantren Darul Qur'an Salafiyah di Demakijo, Karangnongko, Klaten, Jawa Tengah, Selasa (30/10/2018). - ANTARA/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Pembangunan kedaulatan maritim dan perwujudan integritas kawasan Indonesia melalui sistem pertahanan yang kuat menjadi salah satu fokus kebijakan luar negeri pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga Uno.

Hal itu disampaikan dewan pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Rizal Darmaputra kala menjadi pembicara dalam diskusi publik mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia 2019-2024 di Jakarta pada Rabu (21/11/2018).

"Terdapat beberapa program yang direncanakan, antara lain bagaimana mempercepat peningkatan kemampuan industri strategis nasional dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI dan Polri," kata Rizal.

Percepatan kemampuan tersebut, ungkap Rizal, akan dilakukan dengan meningkatkan jumlah anggaran pertahanan setiap tahunnya.

Langkah penguatan yang diusung Prabowo-Sandi sejatinya didasari kondisi industri pertahanan saat ini yang dinilai masih berfokus pada perakitan komponen, belum menyasar riset dan penguatan fasilitas produksi. Rizal memaparkan industri pertahanan Indonesia seharusnya lebih menyoroti keunggulan komponen dan tidak hanya fokus pada perakitan desain saja.

Tim Prabowo-Sandi juga menyoroti laporan perihal posisi Indonesia dalam menjaga keutuhan wilayah dan mencegah disintegrasi. Rizal memaparkan perlu kehandalan diplomat Indonesia dalam meredam lobi-lobi kelompok separatisme di luar negeri, seperti gerakan separatisme Papua yang mendapat dukungan dari sejumlah negara di kawasan Pasifik.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

prabowo subianto Pilpres 2019
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top