Menteri Susi Sentil Bupati Pangandaraan Soal Botol Plastik

Jika penggunaan plastik sekali pakai terus dilakukan maka seluruh saluran drainase di Pangandaran akan tertutup sampah plastik.
Juli Etha Ramaida Manalu | 18 November 2018 19:26 WIB
Ilustrasi. - Antara/Ahmad Subaidi

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengimbau agar pemerintah daerah Kabupaten Pangandaran membuat peraturan daerah (perda) yang mengatur terkait tata kelola kebersihan di perairan Pangandatan.

Aturan itu, kata Susi, termasuk tentang larangan penggunaan botol plastik sekali pakai. Pasalnya, jika penggunaan plastik sekali pakai terus dilakukan maka seluruh saluran drainase di Pangandaran akan tertutup sampah plastik dan akhirnya dapat menyebabkan banjir.

"Sekarang Pak Jeje tolong dibuatkan Perda. Bali sudah bikin perda, mulai 1 Januari 2019 tidak boleh lagi ada kantong kresek atau botol plastik sekali pakai. Di Pangandaran harus bisa," ujar Menteri Susi dalam pembukaan acara Perlombaan Renang pada Kejuaraan Selam Nomor Laut Pangandaran Open 2018 antar Klub Selam Indonesia di Pantai Timur Pangandaran, seperti dikutip dari keterangan pers, Minggu (18/11/2018).

Susi pun berpesan agar masyarakat bisa terus mencintai laut. Aksi-aksi kecil tetap dapat berdampak besar selam dilakukan secara berkesinambungan. Mencintai laut akan mendorong masyarakat untuk terus sering dating ke laut baik untuk bermain di air, berenang, dan terpenting tidak takut dengan laut.

Di samping bermain, masyarakat juga bisa berpartisipasi menjaga laut kalau-kalau ada pihak yang hendak merusak seperti melakukan penangkapan ikan dengan bom atau alat tangkap tidak ramah lingkungan lainnya.

Salah satu hal positif yang bisa dilakukan adalah dengan menggiatkan olah raha laut. Susi mengatakan, olahraga laut merupakan hal yang penting dan dapat dijadikan sebagai sarana membangun sumber daya manusia untuk mendorong misi pemerintah menjadikan Indonesia poros maritim dunia.

"Melaksanakan olahraga laut ini memang sangat penting karena Indonesia itu sekarang misinya ingin menjadi poros maritim dunia. Berarti, kita harus bisa memperhitungkan. Kalau orangnya saja tidak mau, tidak suka laut, apalagi takut sama laut, bagaimana menjadi poros maritim. Itu awal dari misinya," ungkapnya.

Susi pun menyampaikan apresiasi kepada para atlet yang mengikuti salah satu kompetisi terbesar di Jawa Barat ini. Dia berpesan agar para peserta lomba terus melatih kemampuannya.

"Nah adik-adik tadi atlet yang tampil luar biasa. Ibu surprise dengan kecepatan kalian berenang," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengungkapkan acara ini akan menjadi magnet wisata Pangandaran sekaligus ruang pembinaan bagi atlet renang untuk menyiapkan atlet yang kompeten.

Dia pun meyambut positif permintaan Susi terkait pembentukan perda guna menjaga lingkungan perairan bebas dari sampah.

"Benar kata Bu Menteri. Sebagai aksi cinta laut, laut harus bersih, tidak boleh membuang sampah karena merupakan salah satu sumber kehidupan kita juga," tambahnya.

Ketua Penyelenggara, Hadid Suherman mengatakan, kejuaraan ini untuk membina dan meningkatkan minat dan prestasi olahraga selam di Jawa Barat. Hal itu, dilakukan sejak dini sekaligus dalam menghadapi kejuaraan-kejuaraan selam di tingkat nasional serta persiapan dalam menghadapi PON XX 2020 di Papua.

Laut di Pantai Pangandaran, ucapnya, memiliki potensi yang sangat besar, terutama bawah laut.

“Ini untuk menjadikan Kabupaten Pangandaran sebagai salah satu destinasi wisata bawah air nasional yang dimiliki Jawa Barat,” katanya.

Adapun kelompok peserta renang terbagi beberapa KU (Kelompok Umur), yaitu KU Senior (18 Tahun ke atas) kelahiran tahun 2000 dan KU Junior B (15-17 tahun) kelahiran tahun 2001-2003, KU Junior C (12-14 tahun) kelahiran tahun 2004-2006, KU Junior D (10-11 tahun) kelahiran tahun 2007-2008, KU Junior E (9 tahun kebawah) kelahiran tahun 2009.

Tag : pangandaran, Menteri Susi
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top