Meski Terbukti Korupsi, Imelda Marcos Tak Ditahan

Pengadilan Filipina mengabulkan permohonan jaminan atas mantan Ibu Negara Filipina Imelda Marcos, yang tersangkut kasus korupsi.
Annisa Margrit | 16 November 2018 12:04 WIB
melda Marcos, mantan Ibu Negara Filipina, melambaikan tangan kepada para pendukungnya ketika ikut serta dalam kampanye BongBong Marcos, putranya, yang menjadi kandidat wakil presiden pada 2015 di Manila, Filipina, Sabtu (10/10/2015). - Reuters/Erik De Castro

Bisnis.com, JAKARTA – Pengadilan Filipina mengabulkan permohonan jaminan atas mantan Ibu Negara Filipina Imelda Marcos, yang tersangkut kasus korupsi.

Sebagai ganti ditahan, Marcos membayar jaminan sebesar 150.000 peso atau sekitar Rp41,5 juta. Reuters melansir Jumat (16/11/2018), hal ini terjadi sepekan setelah dia diputuskan bersalah atas tujuh dakwaan korupsi.

Pengadilan menyatakan Marcos melakukan tujuh transfer bank kepada yayasan di Swiss ketika menjabat sebagai Gubernur Manila. Dia tiap dakwaan korupsi yang dilakukannya, dia menghadapi hukuman penjara antara 6-11 tahun sehingga secara total lama hukumannya bisa mencapai 77 tahun.

Posisi Gubernur Manila didudukinya selama suaminya, Ferdinand Marcos, menjabat sebagai presiden. Ferdinand Marcos memegang kekuasaan sebagai presiden pada 30 Desember 1965-25 Februari 1986, sebelum dijatuhkan lewat People Power Revolution karena dianggap sebagai diktator.

Setelah putusan pengadilan dijatuhkan, kemungkinan penahanan atas Marcos menjadi perhatian masyarakat Filipina. Namun, pengadilan anti korupsi Filipina tidak kunjung mengeluarkan surat penahanan kepadanya.

Marcos mengaku tidak tahu menahu adanya putusan hukum terhadapnya hingga melihat beritanya di televisi. Dia memang tidak menghadiri sidang putusan tersebut karena diklaim sedang sakit.

Tetapi, Marcos mengakui dirinya menghadiri sebuah pesta ulang tahun pada sore hari setelah putusan itu diumumkan.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memiliki hubungan yang akrab dengan keluarga Marcos dan seringkali memuji Ferdinand Marcos. Dia juga beberapa kali mengungkapkan kemungkinan untuk menjadikan Ferdinand “Bongbong” Marcos, anak Ferdinand-Imelda, sebagai wakil presidennya.

Adapun pihak oposisi telah mengeluhkan adanya perlakuan khusus kepada keluarga politik berpengaruh di negara itu yang berhasil menghindari hukuman penjara meski tersangkut sejumlah kasus penyuapan dan penyalahgunaan aset.

Imelda Marcos, yang sekarang berusia 89 tahun, dikenal karena memiliki koleksi sepatu, perhiasan, dan lukisan berharga. Koleksi sepatunya disebut-sebut mencapai 2.700 pasang.

Sumber : Reuters

Tag : korupsi, filipina
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top