12 Orang Tewas dalam Aksi Penembakan di AS

Seorang veteran marinir AS tewas setelah menembaki para pengunjung sebuah bar di California, AS, Kamis (8/11/2018) waktu setempat.
Annisa Margrit | 09 November 2018 10:22 WIB
Polisi dan FBI berjaga di luar rumah Ian David Long, mantan marinir AS yang menembaki sebuah bar dan menewaskan 12 orang di Thousand Oaks, California, AS, Kamis (8/11). - Reuters/Mike Blake

Bisnis.com, JAKARTA – Seorang veteran marinir AS tewas setelah menembaki para pengunjung sebuah bar di California, AS, Kamis (8/11/2018) waktu setempat.

Sebelum meninggal karena menembak dirinya sendiri, Ian David Long (28) telah menewaskan 12 orang dalam aksinya di Borderline Bar and Grill di Thousand Oaks, barat daya Los Angeles.

Reuters melansir Jumat (9/11), Long adalah anggota marinir pada 2008-2013 dan pernah bertugas sebagai penembak mesin di Afghanistan. Dia diduga mengalami Post-Traumatic Stress Disoder (PTSD).

“Dia jelas mengalami sesuatu di kepalanya yang menyebabkannya melakukan hal seperti ini,” tutur Sheriff Ventura County Geoff Dean.

Namun, FBI menyatakan masih terlalu dini untuk menyimpulkan motif Long.

Menurut Dean, petugas kepolisian pernah mengunjungi Long di rumahnya karena mendapat panggilan dari tetangganya yang merasa khawatir atas kondisinya. Saat itu, Long ditemukan dalam kondisi gelisah dan spesialis kesehatan mental pun berbicara dengannya tapi disimpulkan tidak diperlukan langkah lanjutan untuk menangani kondisi tersebut.

Ketika penembakan itu terjadi, bar tersebut sedang dikunjungi sekitar 150-200 orang, yang sebagian besar mahasiswa. Selain 12 orang meninggal, aksi Long juga melukai 21 orang lainnya.

Cole Knapp, salah seorang pengunjung bar, mengungkapkan Long masuk dan berhenti di konter pembayaran sebelum menembaki kasir.

“Perlu beberapa detik bagi orang-orang untuk menyadari apa yang terjadi dan setelah itu semuanya kacau,” tuturnya.

Para pengunjung bar kemudian bersembunyi di balik meja biliar dan berlarian keluar.

Thousand Oaks sebelumnya berada dalam posisi ketiga kota teraman di AS oleh Niche, sebuah perusahaan riset.

Ini merupakan penembakan terakhir di AS setelah pada bulan lalu terjadi penembakan  di sebuah sinagoga di Pittsburgh. Tercatat 11 orang tewas dalam peristiwa tersebut.

Aturan kepemilikan senjata api menjadi salah  satu isu yang paling diperdebatkan di AS, saat ini.

Sumber : Reuters

Tag : aksi penembakan di as
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top