Ini Arti Politik Genderuwo Menurut Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin

Ace Hasan Syadzily, salah seorang Juru bicaraTim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, menilai ucapan Presiden Joko Widodo tentang politik genderuwo merupakan pengingat kepada masyarakat.
Muhammad Ridwan | 09 November 2018 15:25 WIB
Presiden Joko Widodo saat memberikan sambutan pada acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di GOR Indoor Trisanja Slawi, Jumat (9/11/2018). - BISNIS/Amanda Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA - Ace Hasan Syadzily, salah seorang Juru bicaraTim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin, menilai ucapan Presiden Joko Widodo tentang politik genderuwo merupakan pengingat kepada masyarakat.

Menurutnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah akibat kegiatan politik.

“Pak Jokowi mengingatkan kita semua bahwa perbedaan politik itu biasa dalam negara demokrasi. Kita boleh berbeda pandangan dalam berpolitik,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Dijelaskan Ace, proses berdemokrasi jangan dijadikan sebagai pemecah persatuan dan kesatuan bangsa, tetapi sebaliknya, demokrasi harus digunakan sebagai alat untuk menyatukan bangsa.

“Politik jangan membuat kita semua menjadi terpecah-pecah. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bangsa. Demokrasi jangan membuat kita terpecah belah,” jelasnya.

Selain itu, politik genderuwo yang disampaikan, menurut Ace tidak menyerang salah satu pihak manapun, namun hal itu menjadi pengingat kepada seluruh politisi yang ada di Indonesia agar selalu memberikan narasi-narasi positif pada setiap kegiatannya.

“Saya kira pernyataan ini tidak hanya kepada kelompok tertentu, tetapi kepada siapa saja terutama para politisi yang selalu melontarkan pandangan-pandangan dan narasi yang pesimistik, ketakutan dan ketidakpastian,” pungkasnya.

Tag : jokowi, Pilpres 2019, genderuwo
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top