Mengapa Pemilu Sela AS Penting bagi Dunia?

Mengapa Pemilu sela di AS menjadi perhatian dunia dan dianggap penting? Padahal, Pemilu ini sekadar untuk memilih wakil legislatif di Senat dan DPR, bukan memilih presiden.
Annisa Margrit | 07 November 2018 15:39 WIB
Seorang warga AS menggunakan hak suaranya dalam Pemilu sela di Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Madison, Wisconsin, AS, Selasa (6/11). - Reuters/Nick Oxford

Bisnis.com, JAKARTA – Pemilu sela AS 2018 mendapat perhatian yang besar dari dunia internasional, sebuah situasi yang agak berbeda dari Pemilu sela sebelum-sebelumnya.

Mengapa sebuah Pemilu sela di AS menjadi perhatian dunia dan dianggap penting? Padahal, Pemilu ini sekadar untuk memilih wakil legislatif di Senat dan DPR, bukan memilih presiden.

Di tengah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump yang penuh kontroversi, hasil Pemilu sela akan mempengaruhi kebijakan AS ke depannya. Artinya, kebijakan ekonomi dan politik AS dapat bergeser, misalnya dalam hal perang dagang dan imigrasi.

Seperti diketahui, AS tengah terlibat sengketa dagang dengan China. Kedua negara melancarkan aksi saling balas tarif impor baru bernilai miliaran dolar AS.

Imbasnya tidak hanya dirasakan kedua negara, tapi juga negara-negara lain yang memiliki hubungan ekonomi dengan AS dan China.

Di sisi imigrasi, pada awal 2018 Trump telah mengeluarkan larangan bagi imigran asal negara-negara berpenduduk Muslim untuk masuk ke AS. Saat ini, dia juga sudah mengirim tentara ke perbatasan AS dengan Meksiko untuk menahan masuknya ribuan imigran dari negara-negara Amerika Tengah.

Dilansir dari Financial Times, Rabu (7/11/2018), kebijakan internasional lainnya menyangkut hubungan dengan Iran dan Timur Tengah serta denuklirisasi Korea Utara (Korut).

Usulan UU atau kebijakan yang diajukan pemerintahan Trump bisa digagalkan oleh partai oposisi jika Partai Demokrat menguasai Senat atau DPR.

BBC melaporkan Pemilu sela kali ini melibatkan 435 kursi di DPR, 35 kursi di Senat, 36 kursi gubernur. Selain itu, masih ada anggota legislatif di tingkat lokal.

Saat ini, Partai Republik menguasai kursi di DPR dan Senat. Namun, ketidakpuasan terhadap arah kebijakan AS yang cenderung proteksionis membuat Partai Demokrat berkeinginan untuk merebut kursi mayoritas.

Warga dari kelompok minoritas serta anak-anak muda juga turut didorong untuk berpartisipasi. Tidak hanya untuk  memilih, tapi juga menjadi yang dipilih.

Pemilu sela digelar pada Selasa (6/11) waktu setempat di seluruh AS, meski ada beberapa negara bagian yang sudah melaksanakannya sejak beberapa waktu lalu. Aturan tiap negara bagian memang berbeda-beda.

Perbedaan aturan di tiap negara bagian juga mempengaruhi pengumuman hasil akhir yang sangat detail. Proses perhitungan suara yang sangat detail bisa berlangsung selama beberapa bulan.

Meski demikian, hasil sementara biasanya dapat diketahui hanya beberapa jam setelah waktu pemungutan suara ditutup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pemilu, amerika serikat

Sumber : BBC, Financial Times
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top