Ini Sederet Calon dari Kelompok Minoritas yang Berpotensi Memenangi Pemilu Sela AS

Pemilihan Umum (Pemilu) sela 2018 di AS menjadi ajang pertarungan untuk sejumlah nama dari kelompok minoritas.
Iim Fathimah Timorria | 06 November 2018 08:40 WIB
Rashida Tlaib (kiri) dan Ilhan Omar (kanan) berpotensi menjadi dua perempuan muslim pertama yang menduduki kursi Kongres AS. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemilihan Umum (Pemilu) sela 2018 di AS menjadi ajang pertarungan untuk sejumlah nama dari kelompok minoritas.

Calon-calon tersebut belum punya catatan kemenangan di Pemilu, tapi beberapa punya potensi untuk menjadi representasi pertama dari latar belakang masing-masing yang mendaki kursi kepemimpinan.

Sebagaimana dilansir dari Reuters, Selasa (6/11/2018), representasi perempuan Muslim untuk Kongres AS hingga calon gubernur transgender tercatat berpartisipasi dalam pemilihan kali ini. Berikut perinciannya:

1. Rashida Tlaib untuk daerah pemilihan (dapil) Michigan dan Ilhan Omar di Minnesota adalah dua perempuan Muslim yang mencalonkan diri sebagai anggota Kongres. Jika menang, mereka akan menjadi perempuan Muslim pertama di badan legislatif AS tersebut.

Omar juga akan menjadi perempuan pertama yang mengenakan jilbab di Kongres, sekaligus warga keturunan Somalia-AS pertama yang menjabat posisi tersebut. Sementara itu, Tlaib berpotensi menjadi keturunan Palestina-AS pertama di Kongres.

2. Di negara bagian Georgia, Stacey Abrams menjadi kandidat perempuan Afrika-AS pertama yang menjabat sebagai gubernur. Dia diusung Partai Demokrat dan bersaing ketat dengan Brian Kemp dari Partai Republik.

3. Christine Hallquist dari Partai Demokrat berpeluang menjadi gubernur transgender pertama dalam sejarah AS. Dia bersaing dengan Phil Scott untuk jabatan gubernur negara bagian Vermont.

4. Tiga kandidat berpeluang mencetak sejarah sebagai representasi penduduk asli AS pertama yang menduduki posisi di Kongres dan kursi gubernur.

Sharice Davids untuk dapil negara bagian Kansas dan Deb Haaland di New Mexico berpeluang jadi anggota Kongres pertama dari latar belakang penduduk asli.

Negara bagian Idaho menjadi saksi persaingan antara Paulette Jordan dari Partai Demokrat dan Brad Little dari Partai Republik. Jika Jordan memenangi persaingan ini, dia akan menjadi perempuan penduduk asli AS pertama yang menjabat gubernur.

5. Alexandria Ocasio-Cortez menjaga asa sebagai perempuan termuda dalam sejarah yang menjadi anggota Kongres. Perempuan berusia 28 tahun ini maju mewakili Partai Demokrat setelah mengalahkan calon petahana dari partai itu pada pemilihan primer.

Gelar ini sebelumnya dipegang oleh Elise Stefanik dari Partai Republik yang terpilih di usia 30 tahun pada 2014.

6. Pemilihan umum sela kali ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi perempuan keturunan Asia. Terdapat dua perempuan Korea-AS yang mencalonkan diri untuk kursi legislatif.

Mereka adalah Young Kim untuk dapil California dan Pearl Kim di Pennsylvania. Keduanya adalah kandidat dari Partai Republik yang bersaing ketat dengan calon dari Partai Demokrat.

Tag : pemilu, amerika serikat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top