Tim Prabowo-Sandi akan Gugat Bupati Boyolali karena Kata 'Asu'

Tim Pemenangan Capres Prabowo-Sandi akan melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samudro ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
John Andhi Oktaveri | 05 November 2018 15:16 WIB
Sejumlah warga Boyolali yang tergabung dalam Forum Boyolali Bermartabat melakukan aksi damai Save Tampang Boyolali di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018). - Antara/Aloysius Jarot Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA —  Tim Pemenangan Capres Prabowo-Sandi akan melaporkan Bupati Boyolali, Seno Samudro ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena dinilai telah melecehkan Prabowo Subianto dalam sebuah orasinya dengan menggunakan kata “asu” yang dalam bahasa Jawa artinya anjing.

“Ada tim advokasi kita yang akan melaporkan Bupati Boyolali dan mereka yang menyebarkan itu, sehingga timbul kesalahpahaman. Ini merugikan pasangan (Prabowo-Sandi),” ujar Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto usai acara diskusi di Gedung DPR, Senin (5/11/2018).

Pernyataan Seno yang merupakan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu beredar di Youtube dan langsung viral di media sosial. Yandri mengatakan bahwa pidato Prabowo sengaja tidak ditayangkan secara lengkap sehingga terjadi kesalahpahaman publik.

Menurut Yandri, Prabowo datang ke Boyolali untuk membangkitkan semangat rakyat kabupaten itu untuk membangun ekonomi. Yandri mempertanyakan sikap bupati itu karena bersifat tendensius dan politis.

“Kita sepakat tidak akan memilih calon presiden yang nyinyir terhadap Boyolali. Setuju?” kata Seno.

Dia juga mengajak rakyat Boyolali tidak memilih Prabowo Subianto di Pilpres 2019 akibat pernyataan yang merendahkan warga Boyolali.

“Tadi di spanduk disampaikan Prabowo harus minta maaf, tetapi kita sepakat, tidak ada maaf bagimu. Yang jelas kita tidak akan memilih Prabowo. Itu saja,” ujar Seno.

Seperti diketahui, potongan video dari pidato capres nomor 02 Prabowo Subianto mengenai ‘tampang Boyolali’ viral di media sosial. Pernyataan Prabowo yang menjadi viral itu diketahui ia sampaikan saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandi Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018) lalu.

Dalam salah satu bagian dalam pidato itu, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia memberi ilustrasi tentang ketimpangan sosial dengan menyebut ‘tampang Boyolali’ akan terasing jika memasuki hotel-hotel mewah di Jakarta.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?” kata Prabowo kepada para pendukungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
boyolali, prabowo subianto

Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top