Jokowi Berduka Atas Meninggalnya Penyelam Saat Evakuasi Lion Air JT 610

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya Syachrul Anto, salah seorang penyelam dalam proses evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.
Yodie Hardiyan | 03 November 2018 18:21 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) dan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi (kedua kiri) pada jumpa pers di posko utama evakuasi Lion Air JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/11/2018). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya Syachrul Anto, salah seorang penyelam dalam proses evakuasi pesawat Lion Air PK-LQP nomor penerbangan JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Pak Syachrul Anto. Semoga almarhum diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan," kata Presiden di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, (3/11/2018).

Presiden mengapresiasi peran dan kontribusi Syachrul yang sangat besar dalam proses pencarian dan evakuasi, baik korban maupun komponen-komponen pesawat seperti black box dan badan pesawat.

"Ada 859 aparat relawan dari semuanya ikut bersama-sama dalam rangka evakuasi, mencari black box, dan lain-lain yang sudah 5 hari ini kita lakukan, pagi, siang, malam. Kita harapkan tidak ada kejadian lagi penyelam yang meninggal di lapangan," tandasnya.

Untuk diketahui, Syachrul merupakan penyelam relawan dari Indonesian Diver Rescue Team (IDRT). Pria berusia 48 tahun itu meninggal dunia saat bertugas, pada Jumat (2/11/2018).

Tag : jokowi, lion air
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top