Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garut Ingin PT KAI Buat Jalur Rel Baru

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membuat jalur rel baru dalam mewujudkan program pengaktifan kembali kereta api jurusan Cibatu-Garut Kota di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Oktober 2018  |  22:37 WIB
Garut Ingin PT KAI Buat Jalur Rel Baru
Ilustrasi pembangunan rel kereta. - Bisnis.com

Bisnis.com, GARUT - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membuat jalur rel baru dalam mewujudkan program pengaktifan kembali kereta api jurusan Cibatu-Garut Kota di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Usulan rel baru itu untuk menghindari konflik dari warga yang menolak rencana tersebut. Saya usulkan itu misalkan di daerah yang sudah padat dibuat jalur baru," kata Helmi Budiman di Garut pada Rabu (31/10/2018).

Dia mengemukakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan PT KAI sudah merencanakan mengaktifkan kembali jalur rel jurusan Cibatu-Garut Kota untuk menunjang kebutuhan transportasi massal di Garut.

Menurut dia, program Pemprov itu bagus karena akan mendongkrak berbagai potensi daerah termasuk perekonomian di Garut. "Program itu dapat mendorong perekonomian di Garut," kata Helmi.

Namun, upaya mewujudkan program itu, perlu mempertimbangkan masyarakat yang terdampak, terutama yang tinggal di tanah milik PT KAI atau sekitar rel kereta.

Menurut dia, khusus di jalur kereta yang sudah padat penduduk sebaiknya tidak dibuka, pihak PT KAI dapat mencari lahan lain untuk membuka jalur baru kereta.

"Di jalur-jalur padat bikin jalur baru dan kami lebih setuju, dan akan memperkecil konflik, mudah-mudahan bisa seperti itu," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt kai garut
Editor : M. Syahran W. Lubis

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top