Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lion Air Jatuh, Wapres Jusuf Kalla Minta Pengawasan Operasional Maskapai Diperketat

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta regulator mengawasi lebih ketat operasional maskapai penerbangan terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.
Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga - Bisnis.com 29 Oktober 2018  |  17:14 WIB
Lion Air Jatuh, Wapres Jusuf Kalla Minta Pengawasan Operasional Maskapai Diperketat
Personel Basarnas melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air bernomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). - ANTARA/Basarnas
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta regulator mengawasi lebih ketat operasional maskapai penerbangan terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

“Mudah-mudahan ini memberikan kita semua dorongan agar baik perusahaan juga regulator atau pengawas ini lebih ketat lagi menjaga sistem. Karena pesawat terbang sangat rentan apabila tidak ada pengawasan yang ketat. Supaya semua introspeksi diri, sistem kita agar baik,” ujarnya di Istana Wakil Presiden RI, Senin (29/10/2018).

Jusuf Kalla mengucapkan belangsungkawa yang mendalam atas terjadinya peristiwa nahas tersebut.

Sebelumnya, manajeman Lion Air menyatakan penerbangan Lion Air  nomor penenerbangan JT 610 dengan rute penerbangan Cengkareng menuju Pangkalpinang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 06.20 WIB.

Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan pesawat mengalami kecelakaan setelah 13 menit mengudara.

"Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” sekitar Kerawang," katanya dalam siaran pers, Senin (29/10/2018).

Dia menjelaskan pesawat mengangakut 178 penumpang dewasa satu penumpang anak-anak dan dua penumpang bayi  termasuk dalam penerbangan ini ada tiga pramugari sedang pelatihan dan satu teknisi. 

Pesawat dengan regitrasi PK-LQP itu merupakan jenis Boieng 737 MAX 8. Pesawat itu merupakan pesawat baru buatan 2018 dan dioperasikan oleh Lion Air sejak 15 Agustus 2018 . "Pesawat dinyatakan laik operasi," tegasnya.

Pesawat dikomandoi Capt. Bhavye Suneja  dengan copilot Harvino  bersama enam awak kabin atas nama Shintia Melina, Citra Noivita Anggelia, Alviani Hidayatul  Solikha, Damayanti Simarmata, Mery Yulianda, dan Deny Maula. Kapten pilot sudah memiliki jam terbang lebih dari 6.000 jam terbang dan copilot telah mempunyai jam terbang lebih dari 5.000 jam terbang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top