Ini Pencapaian Kemendes Selama 4 Tahun

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengklaim penggunaan dana desa meningkatkan kualitas hidup dan menunjang aktivitas ekonomi.
Gloria Fransisca Katharina Lawi | 24 Oktober 2018 04:11 WIB
Dana desa - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengklaim penggunaan dana desa meningkatkan kualitas hidup dan menunjang aktivitas ekonomi.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan selama 4 tahun penyerapan dana desa terus meningkat. Total anggaran dana desa yang sudah digelontorkan sekitar Rp187 triliun.

Secara rinci, pada 2015 total dana desa Rp20,67 triliun dengan nominal Rp280,3 juta per desa telah mengurangi kemiskinan dan kantong di desa. Angka penyerapan dana desa pada 2015 mencapai 82,72% terhadap total 74.093 desa.

Pada 2016, kata Eko realisasi penyerapan menjadi 97,65% dengan realisasi pada 74.754 desa. Ada pun anggaran pada 2016 juga meningkat hingga Rp46,98 triliun dengan rincian Rp643,6 juta per desa.

Pada 2017, dana desa meningkat lagi menjadi Rp60 triliun dengan rincian Rp800,4 juta per desa. Ada pun realisasi penyerapan mencapai 98,54% dengan total 74.910 desa.

"Alhasil peningkatan penyerapan tata kelola di desa lebih baik. Dana desa dikucurkan tidak bisa diberikan kalau auditnya belum ada," kata Eko di Gedung Serbaguna Sekretariat Negara, Selasa (23/10/2018).

Eko menerangkan keberhasilan dana desa per 6 Agustus 2018 dalam sektor aktivitas ekonomi antara lain; membangun jalan desa 158.619 kilometer, jembatan sepanjang 1.027.225 meter, pasar desa sebanyak 7.421 unit, Badan Usaha Milik Desa sebanyak 35.145 unit kegiatan, 4.711 unit tambatan perahu, dibangun 3.026 unit embung, ada 39.656 unit irigasi, dan 11
399 unit sarana olahraga.

Sementara penggunaan dana desa untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat desa antara lain; penahan tanah sebanyak 179.625 unit, saluran air bersih 942.927 unit, MCK sebanyak 178.034 unit, Polindes sebanyak 8.028 unit, drainase 39.920.120 meter, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 48.694 unit, Posyandu sebanyak 18.477 unit, dan sumur sebanyak 37.662 unit.

"Keberhasilan ini terletak dari pendampingan 40.000 pendamping yanv terus menerus memberi pendampingan kepada perangkat desa, juga kepolisian, kejaksaan disamping dunia usaha," sambung Eko.

Guna mendorong desa sebagai subjek pembangunan negara, Eko menyebut bahwa setiap tahun ada 75.000 mahasiswa melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di desa.

Tag : dana desa
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top