Menteri Yohana Tegaskan Tak Ada Adopsi Anak Korban Bencana Sulteng

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise menegaskan tidak ada anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang bisa diadopsi.
Andini Ristyaningrum | 10 Oktober 2018 21:32 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise bermain dengan anak-anak saat mengunjungi posko pengungsian di Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (10/10). - JIBI/Andini Ristyaningrum

Bisnis.com, PALU -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise menegaskan tidak ada anak korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang bisa diadopsi.

Hal tersebut diungkapkannya saat mengunjungi posko pengungsian di Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, Palu, Sulteng, Rabu (10/10/2018).

"Saya pikir ini terlalu awal sebab semuanya itu sudah diatur UU. Tidak boleh ada anak korban gempa yang diadopsi," ujar Yohana.

Selain itu, dia juga mengungkapkan belum ada data pasti terkait jumlah anak-anak korban gempa dan tsunami yang kehilangan orang tuanya. Meskipun sudah terdeteksi, langkah awal yang akan dilakukan yaitu menyerahkan anak-anak tersebut kepada keluarga terdekat.

Namun, jika tidak ada lagi keluarga terdekat seperti paman ataupun bibi, maka sang anak akan diserahkan kepada pihak berwenang dalam hal ini Dinas Sosial setempat.

"Kami akan siapkan shelter untuk menampung anak-anak itu. Itu akan dikoordinasikan pada Dinas Sosial setempat, mereka yang berwenang untuk mengadopsi anak," jelas Yohana.

Selama masa pemulihan Palu dan daerah terdampak bencana alam lainnya, dia mengimbau agar masyarakat juga tanggap terhadap anak-anak yang terpisah dari orang tuanya.

Seluruh pihak yang terkait diharapkan bisa terlibat mendata dan sama-sama berupaya menemukan keluarganya. Hal ini merupakan langkah antisipasi agar sang anak tidak dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dalam kunjungan yang juga dilakukan di Yayasan Al Kautsar di Jalan Pue Bongo, Donggala Kodi, Palu Barat, Yohana juga menyampaikan akan mengupayakan pos ramah perempuan dan anak. Tujuannya, untuk mencegah dan mengurangi potensi kekerasan, baik fisik, psikis, maupun seksual, serta perdagangan orang terhadap perempuan dan anak.

Kementerian PPPA juga menghadirkan sejumlah pendongeng dan penyanyi yang diharapkan bisa mengurangi kesedihan dan kecemasan anak-anak korban gempa dan tsunami.

Ada pula bantuan berupa perlengkapan bayi, buku cerita, krayon, keperluan perempuan, masker dan lainnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga sudah diberikan kepada pengungsi yang berada di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top