30 Tahun Terpapar Nuklir, Chernobyl Disulap Jadi PLTS

PLTS yang memiliki 3.800 panel surya dan sanggup menghasilkan energi untuk 2.000 unit apartemen ini berhasil dibangun di daerah terkontaminasi nuklir dan tidak layak huni.
Aziz Rahardyan | 07 Oktober 2018 06:53 WIB
Pengunjung berjalan di dekat panel surya PLTS di Chernobyl, Ukraina, (5/10/2015) - Reuters/Gleb Garanich

Bisnis.com, JAKARTA — Ukraina meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Chernobyl pada Jumat (5/10/2018) pagi WIB.

PLTS yang memiliki 3.800 panel surya dan sanggup menghasilkan energi untuk 2.000 unit apartemen ini berhasil dibangun di daerah terkontaminasi nuklir dan tidak layak huni.

Kondisi itu terjadi akibat ledakan reaktor Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir(PLTN) Chernobyl pada April 1986.

"Ini bukan hanya pembangkit listrik tenaga surya, tetapi memiliki simbol lain yang tidak bisa diremehkan,” ujar Evhen Variagin, Kepala Eksekutif Solar Chernobyl LLC, kepada pers seperti dilansir Reuters.

PLTS dengan kapasitas1 MW ini merupakan proyek kerja sama perusahaan Rodina dari Ukraina dan Enerparc AG dari Jerman.

Menelan biaya sekitar 1 juta euro atau berkisar US$1,2 juta,PLTS ini akan mendapatkan keuntungan dari feed-in tariff yang menjamin harga khusus untuk energi baru terbarukan.

Ini adalah pertama kalinya kawasan Chernobyl menghasilkan listrik sejak tahun 2000 ketika PLTN Chernobylresmi ditutup.

Valery Seyda, kepala PLTN Chernobyl, bahkan mengira kawasan ini tidak akan pernah menghasilkan energi listrik lagi.

"Tapi sekarang kami melihat tunas [awal] baru, masih kecil, lemah, tetapi sanggup menghasilkan energi dan ini sangat menyenangkan," ungkapnya.

Seperti diketahui, kegagalan reaktor nomor 4 PLTN Chernobyl pada April 1986 terekam sebagai bencana nuklir terburuk di dunia.

Ledakannya sanggup mengirim asap mengepul ke seluruh Eropa dan memaksa puluhan ribu orang mengungsi.

Tiga puluh satu pekerja dan petugas pemadam kebakaran meninggal setelah kecelakaan, sebagian besar disebabkan radiasi akut.

Ribuan orang terpapar penyakit terkait radiasi seperti kanker, meskipun jumlah korban tewas dan efek kesehatan jangka panjang masih menjadi perdebatan.

PLTN tersebut kini telah dibungkus semacam sarkofagus raksasa untuk memblokir radiasi. Sekitar dua tahun lalu, bangunan lengkung raksasa seberat 36.000 ton dibangun di sekitarPLTN untuk membuat semacam sumur,

Pembangunan "sumur" tersebut untuk memblokir radiasi dan membuat sisa-sisa reaktor dapat dibongkar dengan aman.

PLTS yang kini berdiri, berada tepat di seberang kawasan bekas PLTN tersebut. Bila ingin melihat lebih dekat, pengunjung wajib ditemani pemandu sekaligus membawa detektor radiasi nuklir.

Investasi energi baru terbarukan sedang tumbuh subur di Ukraina. Sejak Januari hingga September 2016, lebih dari 500 MW kapasitas energi baru terbarukan ditambahkan di negara itu. Pertumbuhannya mencatatkan angka dua kali lipat pada 2017, seperti dikatakan pemerintah Ukraina.

Yulia Kovaliv, Kepala Kantor Dewan Investasi Nasional Ukraina, mengatakan para investor ingin memperoleh keuntungan dari skema subsidi murah sebelum parlemen memberikan suara untuk menghapusnya pada Juli 2019.

"Para investor berharap bahwa fasilitas sektor energi baru terbarukan yang diluncurkan sebelum 2019 masih menggunakan green tariff yang berlaku saat ini. Itulah mengapa investor ingin membeli proyek siap pakai dalam rangka penyelesaian konstruksi sebelum Juli 2019," kata Kovaliv kepadaReuters di sela-sela konferensi di Odessa, September 2018.

Sumber : Reuters

Tag : nuklir, plts, pltn
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top