Kisah Wanita Hamil dan Keluarganya Lolos dari Maut Gempa Palu-Donggala

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 13.00 WIB, Selasa (2/10/2018) merilis data bahwa korban gempa bumi disusul tsunami di Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) menelan korban meninggal sebanyak 1.234 orang.
Nancy Junita | 02 Oktober 2018 18:10 WIB
Novriana Anastasya Ginting - Facebook

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga pukul 13.00 WIB, Selasa (2/10/2018) merilis data bahwa korban gempa bumi disusul tsunami di Palu dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada Jumat (28/9/2018) menelan korban meninggal sebanyak 1.234 orang.

Data korban meninggal dari 1234 tersebar di Palu, Sigi, Donggala, Parigi Moutong, sedangkan untuk korban luka berat saat ini tercatat sebanyak 799 orang.

Selain itu, sebanyak 61.867 warga mengungsi yang tersebar di 109 titik lokasi pengungsian. Jumlah setiap titik pengungsian diperkirakan antara 13 sampai dengan 10.068 orang.

“Korban diperkirakan akan terus bertambah, karena evakuasi masih terus dilangsungkan,” ujar Kapusdatin dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, di kantor BNPB, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Satu dari ribuan warga yang selamat dari bencana gempa 7,7 SR dan tsunami itu adalah Novriana Anastasya Ginting, mantan karyawati Kantor Perwakilan Bisnis Indonesia Manado yang kini ikut suaminya Daniel Haposan yang bekerja sebagai pegawai pajak di  Palu Sulawesi Tengah. Novriana beserta suami dan anak mereka bernama Ramoty yang masih balita lolos dari maut, dan dievakuasi keluar Kota Palu.

Tag : Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top