Gempa Palu & Donggala: Kementerian PUPR Tetapkan 4 Fokus Penanganan

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan empat prioritas untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.
Amanda Kusumawardhani | 02 Oktober 2018 15:52 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Semarang - Alif Rizki

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menetapkan empat prioritas untuk mempercepat penanganan dampak gempa bumi dan tsunami di Provinsi Sulawesi Tengah.

Keempat prioritas tersebut adalah evakuasi korban, penyediaan sarana dan prasarana air bersih, pembersihan kota, dan perbaikan konektivitas Palu sehingga dapat diakses dari Mamuju dan Gorontalo.

“Bedanya bencana di Aceh, Lombok, dan Palu, Palu ada gempa bumi, tsunami dan likuifaksi [tanah bergerak]. Perumahan di Balaroa dan Potebo itu karena likuifaksi. Potebo itu besar sekali air keluar itu perbukitan tadinya, Balaroa jadi tenggelam. Kemarin empat alat [berat] masuk, dapat 32 [jenasah], di sana ada 1.332 rumah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kantor Presiden, Selasa (2/10/2018).

Kemudian, pemerintah sudah mengoperasikan tangki-tangki air dari sumur bor dan mata air untuk memenuhi kebutuhan air bersih di 15 lokasi pengungsian. Dalam waktu dekat, dia mengungkapkan bakal dipasang hidran-hidran umum untuk mencukupi kebutuhan warga.

Soal pembersihan kota, Basuki mengungkapkan tipe kerusakan di Palu dibandingkan dengan Lombok cukup berbeda. Jika areal kerusakan di Lombok cenderung menyebar, kerusakan di Palu dan sekitarnya cukup terpusat sehingga diperkirakan upaya pembersihan kota memakan waktu kurang lebih 2 minggu.

“Lombok nyebar [kerusakan], kalau ini ada di Pantai Talise yang menuju ke Kebun Kopi banyak pemukiman, Pantai Kebun Kopi, Balaroa dan hotel-hotel jadi titik-titik. Jadi kita rencanakan kumpulkan di satu tempat [sampah] dan kita bakar untuk hindari kesan tsunami yang bikin trauma,” ujarnya.

Poin terakhir adalah upaya untuk memperbaiki konektivitas darat yang sempat putus akibat longsor, jalan longsor, hingga jembatan yang roboh. Dia menjelaskan konektivitas di Palu sempat tertutup pada hari pertama, setelah gempa dan tsunami melanda wilayah ini.

Namun, hari kedua, jalur menuju Palu sudah bisa diakses dari semua arah yakni Gorontalo, Mamuju, dan Poso. “Hari ini tim baru masuk ke Donggala dan Sigi untuk melayani para korban. Yang membedakan dengan Lombok, karena banyak material rumah yang bisa dipake, sedangkan di sini tsunami dan likufasi sudah hancur sehingga rekonstruksinya akan dikerjakan pemerintah,” tambahnya.

Tag : gempa, Kementerian PUPR, Gempa Palu
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top