Kim Jong Un Kembali Bertemu Presiden Korsel Bahas Denuklirisasi

Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membicarakan keberlanjutan program denuklirisasi.
Annisa Margrit | 18 September 2018 10:46 WIB
Warga Korea Selatan (Korsel) menonton tayangan televisi yang menunjukkan Presiden Korsel Moon Jae-in berpelukan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un ketika tiba di Pyongyang, Korut, Selasa (18/9). - Reuters/Kim Hong/Ji

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un bertemu dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in untuk membicarakan keberlanjutan program denuklirisasi.
 
Moon beserta istrinya, Kim Jung-sook, dan rombongan tiba di Pyongyang, Selasa (18/9/2018) dan disambut langsung oleh Kim serta istri, Ri Sol Ju, dan ratusan warga Korea Utara (Korut). Tampak hadir pula adik Kim, Kim Yo Jong, yang turut memegang peranan dalam pembicaraan damai kedua negara. 
 
Moon dan Kim akan membahas isu nuklir pada siang ini dan dilanjutkan dengan agenda menonton pertunjukan musikal serta makan malam bersama. 
 
Adapun Moon bertindak sebagai mediator antara AS dengan Korut. Pasalnya, ada kekhawatiran gagalnya denuklirisasi Korut terutama setelah Presiden AS Donald Trump tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Pyongyang pada bulan lalu.

Sebelumnya, sejumlah pihak menilai upaya denuklirisasi negara yang berada di antara China dan Korsel itu tidak berlangsung dengan cepat. 
 
Jika upaya denuklirisasi berlanjut, maka tujuan berikutnya adalah kesepakatan berakhirnya Perang Korea 1950-1953 yang sampai saat ini masih dalam status gencatan senjata. 
 
"Jika dialog Korut-AS dimulai kembali setelah kunjungan ini, maka pengaruhnya akan sangat signifikan," ujar Moon sebelum berangkat dari Seoul, seperti dilansir Reuters.
 
Dalam kunjungan kali ini, Moon turut ditemani sejumlah pengusaha Korea Selatan (Korsel) termasuk Vice Chairman Samsung Jay Y. Lee dan pemimpin SK Group serta LG Group. 
 
Pada Rabu (19/9), Moon dan Kim dijadwalkan merilis pernyataan bersama dan kesepakatan militer terpisah yang bertujuan untuk mendinginkan tensi kedua negara serta mencegah konflik senjata.

Sumber : Reuters

Tag : korsel, korut
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top