Soal Asia Sentinel: Airlangga Hartarto Tertawakan Tudingan Demokrat

Demokrat bahkan menuding Istana berada di balik munculnya berita tersebut. Wakil Sekjen DPP Demokrat Rachland Nashidik bahkan mengunggah sebuah foto yang menampilkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann. 
Wisnu Wage Pamungkas | 18 September 2018 14:27 WIB
Airlangga Hartarto (tengah) saat berada di Bandung. - Bisnis/Wisnu Wage

Bisnis.com, BANDUNG—Partai Demokrat meradang atas pemberitaan media asing Asia Sentinel yang mengaitkan Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY dengan Bank Century. 

Demokrat bahkan menuding Istana berada di balik munculnya berita tersebut. Wakil Sekjen DPP Demokrat Rachland Nashidik bahkan mengunggah sebuah foto yang menampilkan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko bersama co-founder media asing Hong Kong, Asia Sentinel, Lin Neumann. 

Lewat foto ini, Rachland menuding ada campur tangan Istana terkait artikel kasus Bank Century yang dimuat Asia Sentinel dengan menyeret nama SBY.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menanggapi tudingan Demokrat ini dengan tertawa. “Ah itu apalagi, kalau [tudingan] Demokrat pikir saja sendiri, haha,” katanya singkat sambil tertawa di Kantor DPD Golkar Jabar, Bandung, Selasa (18/9/2018).

Airlangga sebelumnya juga menganggap sejumlah serangan dan polemik yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo hal yang lucu. Dia menunjuk usulan pemakaian bahasa Inggris saat debat Pilpres mendatang yang seolah-olah melupakan Sumpah Pemuda sampai hasil Ijtimak Ulama II yang kini mendukung Prabowo-Sandiaga Uno.

“Saya pikir Pilpres itu sudah ada...sudah cukup ya,” katanya Airlangga.

Seperti diberitakan media, pihak Istana sudah membantah berada di balik pemberitaan Sentinel seperti yang dituduhkan Demokrat.

Terkait Pilpres 2019, Partai Demokrat secara resmi berada dalam barisan pendukung Prabowo-Sandiaga Uno. Namun, di sejumlah daerah, kepala daerah yang berasal dari partai berlambang bintang mercy itu memberikan dukungan kepada Jokowi.

Sedangkan Partai Golkar, yang kini dipimpinan Airlangga Hartarto merupakan salah satu partai anggota koalisi pengusung Jokowi.

Tag : sby, partai demokrat, kasus century
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top