Sejarah Pasang Surut Hubungan Prabowo – Gus Dur

Hubungan bakal calon presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Keempat Indonesia Abdurrahman Wahid sempat melewati pasang-surut.
Jaffry Prabu Prakoso | 14 September 2018 02:05 WIB
Bakal Calon Presiden Prabowo Subianto (kiri) mencium tangan istri almarhum Gus Dur, Sinta Nuriyah Wahid saat berkunjung ke rumah keluarga Gus Dur di Ciganjur, Jakarta, Kamis (13/9/2018). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA — Hubungan bakal calon presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Keempat Indonesia Abdurrahman Wahid sempat melewati pasang-surut.

Putri kedua Gus Dur Yenny Wahid mengatakan bahwa awal mula hubungan yang kurang baik itu saat Orde Baru.

“Mengikuti kebijakan dari orde baru yang memusuhi Gus Dur, maka semuanya [termasuk Prabowo] akan memusuhi Gus Dur,” ungkapnya di Jakarta pada Kamis (13/9/2018).

Hubungan keduanya menjadi baik saat Gus Dur membolehkan Prabowo ke Indonesia. Ketika itu Prabowo menjadi pelarian politik yang membuatnya harus tinggal di Yordania.

“Di situ ada perubahan sikap yang luar biasa dari Pak Prabowo yang melihat Gus Dur sebagai sosok yang demokratis,” ungkap Yenny.

Setelah itu, Yenny melihat rasa hormat Prabowo muncul kepada Gus Dur dan membuat hubungan keduanya semakin akrab.

Hubungan keduanya diungkapkan Direktur The Wahid Institute ini cukup panjang karena sempat berseberangan dan juga bersamaan. Meski begitu, yang paling penting adalah menghargai posisi masing-masing.

Sementara itu, Prabowo menjelaskan kedekatan kedua keluarga sudah ada sejak kakek-nenek mereka. Bahkan, saat nenek Prabowo meninggal, orang yang membimbing dan menyalatkan adalah ibunda Gus Dur.

Tag : prabowo subianto, gus dur, Pilpres 2019
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top