Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pilih Jokowi Masuk Surga, Politisi Golkar Ingatkan Farhat Abbas

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Farhat Abbas, kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Pengacara kondang itu menyebut pemilih Jokowi akan masuk surga. Sebaliknya, mereka yang tidak memilih Jokowi akan masuk neraka.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 13 September 2018  |  10:49 WIB
Farhat Abbas - antara
Farhat Abbas - antara

Bisnis.com, BANDUNG - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional  Jokowi-Ma’ruf, Farhat Abbas, kembali melontarkan pernyataan kontroversial. Pengacara kondang itu menyebut pemilih Jokowi akan masuk surga. Sebaliknya, mereka yang tidak memilih Jokowi akan masuk neraka. 

Pernyataan yang dikeluarkan melalui akun instagram resminya itu sontak mengundang komentar berbagai pihak. Di antaranya, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi. 

Menurut Dedi, kalimat yang dilontarkan mantan suami Regina itu sangat ringan di mulut. Akan tetapi, implikasi negatif terhadap nilai moral politik sangat kuat. Selain itu, dia memandang pernyataan Farhat Abbas sangat tidak strategis keluar dari mulut seorang juru bicara.

“Kalimatnya cukup ringan, tetapi menyeret agama yang suci ke dalam politik pragmatis. Saya kira itu sangat tidak strategis,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis, Rabu (12/9/2018) malam. 

Sebagai budayawan, Dedi a mengaku tidak sepakat dengan pandangan yang mengatasnamakan kuasa Allah dalam politik. Apalagi, dengan membawa dua instumen pembalasan amal ibadah manusia yakni surga dan neraka.

Menurut Dedi, pandangan tersebut sangat kontra produktif. 

“Baiknya melakukan pendidikan politik melalui pernyataan-pernyataan yang kita lontarkan. Sebenarnya, konten Pak Jokowi ini sangat banyak, karena hasil kerja beliau sudah terasa. Karena itu, nalarnya harus diarahkan menuju pemahaman kualitas program,” ujarnya. 

Selain itu, kokohnya suprastruktur dan infastruktur ekonomi Indonesia menurut Dedi sangat perlu disiarkan. Kondisi ekonomi Indonesia yang prudent, menurut dia, justru terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global. 

“Silakan cek saja, masyarakat Indonesia masih bisa tuh belanja di pasar. Para petani masih bisa tenang mengolah sawah dan ladang. Sektor industri kita bertahan dan berproduksi maksimal. Kenapa tidak ini saja yang disampaikan ke publik?” katanya heran. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top