Bawaslu DKI Temukan Orang Meninggal Masuk DPT

Bawaslu DKI Jakarta terus menemukan 10.626 data pemilih yang dianggap ganda dengan klasifikasi terdiri NIK nama ganda, NIK nama tanggal lahir ganda, NIK sama, dan nama tanggal lahir ganda.
Jaffry Prabu Prakoso | 12 September 2018 16:06 WIB
Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum RI di Jakarta. -Bisnis.com - Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA -  Bawaslu DKI Jakarta terus menemukan 10.626 data pemilih yang dianggap ganda dengan klasifikasi terdiri NIK nama ganda, NIK nama tanggal lahir ganda, NIK sama, dan nama tanggal lahir ganda.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jakarta Burhanuddin mengatakan bahwa temuan dugaan DPT ganda yang direkomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum Jakarta setelah dilakukan verifikasi faktual di lapangan terbukti terdapat 1.332 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS)

"Oleh karena itu, Bawaslu DKI Jakarta akan terus melakukan pengawasan terhadap verifikasi kebenaran data tersebut untuk memastikan DPT Pemilu 2019 di Jakarta tidak bermasalah," katanya, Rabu (13/9/2018).

Selain menemukan data ganda, Bawaslu juga masih menemukan orang meninggal, orang yang sudah pindah alamat keluar Jakarta, dan orang tidak memiliki KTP elektronik masih terdaftar dalam DPT.

"Keakuratan DPT tidak hanya untuk memastikan hak pilih warga negara, tetapi ini juga berkaitan dengan efisiensi anggaran yang selalu digembor-gemborkan di republik ini, karena terkait dengan pengadaan logistik pemilu 2019," ungkap Burhanuddin.

Dikatakan, data ganda secara faktual semestinya dapat dihapus karena ini merupakan data pemilih, bukan data kependudukan.

"Oleh karena itu, Bawaslu DKI Jakarta dan jajarannya terus melakukan pencermatan terhadap DPT sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap rakyat sebagaimana komitmen Bawaslu untuk menjaga hak pilih di seluruh negeri," pungkasnya.

 

Tag : bawaslu, Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top