Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kim Jong-un Ajak Donald Trump "Ketemuan" Kembali

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima surat dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang berisi ajakan untuk melakukan pertemuan kedua.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2018  |  07:23 WIB
Kim Jong-un Ajak Donald Trump "Ketemuan" Kembali
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengunjungi perkebunan Chunghung didampingi para stafnya, di Samjiyon, Korea Utara (10/7/2018). - Reuters/KCNA

Bisnis.com, WASHINGTON - Korea Utara mengirim "kode keras" kepada Washington untuk kembali melakukan pertemuan tingkat tinggi.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima surat dari pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, yang berisi ajakan untuk melakukan pertemuan kedua, demikian diungkapkan Gedung Putih, Senin waktu setempat.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders mengatakan Gedung Putih sudah mempertimbangkan untuk merencanakan pertemuan tersebut.

Trump dan Kim telah membahas program nuklir Korea Utara sejak keduanya berbicara dalam pertemuan bersejarah mereka pada 12 Juni.

Pertemuan itu sendiri mendapat kritik karena tidak cukup memberikan perincian nyata soal bagaimana dan apakah Kim bersedia menghentikan program persenjataan nuklirnya, yang telah mengancam Amerika Serikat.

Trump mengatakan kepada wartawan pada Jumat bahwa surat pribadi dari Kim sedang dalam perjalanan. "[Isi]  surat itu sangat hangat, sangat positif," kata Sanders dalam acara jumpa pers.

"Tujuan utama surat adalah untuk meminta dan mencari jadwal untuk melakukan pertemuan berikutnya dengan presiden, kami terbuka untuk itu dan sudah dalam proses untuk mengkoordinasikannya," kata Sanders, seperti dikutip Antara dari Reuters, Selasa (11/9/2018).

Sanders mengatakan kepada para wartawan bahwa surat tersebut menunjukkan "komitmen yang berlanjut untuk memusatkan perhatian pada penghapusan senjata nuklir di semenanjung [Korea]." Ia mengatakan parade militer di Pyongyang pada Minggu merupakan "tanda niat baik" karena sama sekali tidak mempertontonkan peluru kendali nuklir jarak jauh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korut

Sumber : Antara/Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top