Jabar Tawarkan 3 Sektor Unggulan ke Investor Asing

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan investasi senilai ratusan juta dolar AS di sektor pariwisata, infrastruktur, serta manufaktur pada swasta luar negeri.
Wisnu Wage Pamungkas
Wisnu Wage Pamungkas - Bisnis.com 31 Agustus 2018  |  16:22 WIB
Jabar Tawarkan 3 Sektor Unggulan ke Investor Asing
Pekerja membersihkan ruang pengambilan bagasi di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, Jawa Barat, Kamis (24/5/2018). - ANTARA/M Agung Rajasa

Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menawarkan investasi senilai ratusan juta dolar AS di sektor pariwisata, infrastruktur, serta manufaktur pada swasta luar negeri.
 
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan puluhan proyek di tiga sektor tersebut sudah ditawarkan dalam ajang Investment Day yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Singapura, pekan ini.

“Jabar memiliki daya tarik bagi investor asing, ada unggulan sektor investasi yang kami tawarkan dari pariwisata, infrastruktur sampai otomotif,” ujarnya di Bandung, Jumat (31/8/2018) sore.
 
Untuk sektor infrastruktur, yang ditawarkan adalah proyek Tempat Pengelolaan dan Pengolahan Akhir Sampah Legoknangka, Bandung.

Proyek yang ditawarkan senilai US$200 juta tersebut mencari investor yang akan mengolah sampah menjadi listrik. Lahan untuk proyek tersebut diklaim sudah tersedia.

Peluang investasi lebih besar ada di Aerocity, Kertajati, Majalengka yang memiliki luas 3.480 hektare (ha). Iwa menuturkan ada enam klaster investasi yang ditawarkan antara lain pusat energi, kawasan bisnis, hunian hingga jaringan pipa gas untuk mendukung Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati.

“Untuk energi dari Grup Canadian Solar tertarik investasi panel surya,” paparnya.
 
Di sisi pariwisata, penawarannya jauh lebih variatif. Jabar setidaknya menawarkan lima titik destinasi wisata yang membutuhkan sokongan penanaman modal, mulai dari kawasan wisata Tenjo Resmi, Sukabumi yang menawarkan nilai investasi US$1,8 juta hingga pengembangan Pantai Gebang, Cirebon yang bernilai US$15,57 juta.

Ada pula pengembangan kawasan hutan bakau di Sinar Laut, Agrabinta, Cianjur dengan nilai US$2,5 juta serta Pantai Batu Karas di Ciamis yang membutuhkan investasi untuk resor sekitar US$12,7 juta.
 
Terkait manufaktur, pihaknya juga menawarkan investasi senilai US$990 juta untuk pembangunan komponen otomotif di kawasan industri Subang yang akan berdekatan dengan lokasi Pelabuhan Patimban.

“Ada banyak kemudahan yang ditawarkan pada Penanaman Modal Asing (PMA), dari mulai jaminan pasokan listrik hingga insentif fiskal,” lanjut Iwa.
 
Di ajang Investment Day, dia mengaku banyak swasta asing yang menyampaikan minat investasi. Sektornya beragam, mulai dari rencana pembangunan pabrik elektronik, investasi pabrik mesin pencetak, jaringan optik fiber, rencana investasi industri kulit, hingga makanan kemasan berstandar ekspor.

Negara asal investor antara lain China dan Kanada. Menurut Iwa, sudah ada pertemuan one-on-one dengan para investor tersebut. 

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Jabar Dadang Masoem menilai Jabar bisa menarik investor asing cukup besar dalam ajang Investment Day. 

Hal ini didasarkan pada data realisasi investasi per kuartal I/2018, di mana Singapura menjadi negara terbesar ketiga yang berinvestasi di Jabar setelah Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. 

“Nilainya mencapai 330 juta US$,” sebutnya.
 
Para investor yang berasal dari Singapura hanya mengincar beberapa daerah favorit terutama di Kabupaten Bekasi, Karawang, Bogor, Kota Bogor dan Kabupaten Cirebon. Dengan minat investasi terentang dari otomotif, real estat, hingga industri makanan. 
 
Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra memastikan pihaknya siap menampung minat investasi asing di kawasan Kertajati yang akan membagi 3.480 ha menjadi 6 klaster. 
 
Peluang investasi di kawasan ini dipandang makin menarik mengingat saat ini BIJB bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tengah mendorong wilayah tersebut masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). 
 
Keenam klaster tersebut terdiri atas aerospace park seluas 300 ha yang diperuntukan bagi industri pesawat terbang, logistic park, business centertechnopark, dan residensial. 
 
Klaster paling luas akan diambil oleh kawasan bisnis yang mencapai 600 ha. Lahan yang terkecil di klaster ini seluas 100 ha dan digunakan sebagai pendukung kebandaraan seperti gardu listrik dan pusat data. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi, jabar

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup