Belum Siap, Bawaslu Tunda Sidang Pleno Dugaan Mahar Politik Sandiaga

Badan Pengawas Pemilu menunda sidang pleno dugaan mahar politik Sandiaga Uno karena hasil kajian belum selesai.
Jaffry Prabu Prakoso | 29 Agustus 2018 14:41 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar/JIBI/BISNIS - Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu menunda sidang pleno dugaan mahar politik Sandiaga Uno karena hasil kajian belum selesai.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa bagian dari Tindak Lanjut Pelanggaran (TLP) masih menyusun kajian yang akan dipresentasikan ke para pimpinan.

“Sampai tadi siang mereka masih belum siap. Mungkin akan kami tunda besok untuk melakukan pleno. Karena habis ini kami harus ke RDP [Rapat Dengar Pendapat] lagi, jadi kami tidak bisa melakukan plenonya,” kata Fritz di ruangannya, Rabu (29/8/2018).

Dia menjelaskan bahwa mekanisme menunjukkan hasil perkara oleh TLP dengan menyerahkan bukti-bukti yang didapat. Data yang mendukung dan tidak mendukung ini akan dijelaskan statusnya seperti apa. Setelah itu baru dibawa ke rapat pleno.

“Tapi kalau kita melihat apakah akan masuk pelanggaran pidana atau administrasi. Meskipun memang pasal 228 [UU nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu] itu masih dipertanyakan di mana pelanggaran pidananya,” ungkap Fritz.

Kasus ini bermula dari curhatan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya. Dia kecewa dengan Prabowo Subianto karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.

Andi menyebut Sandiaga menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Di sisi lain, Andi tidak pernah hadir memenuhi undangan Bawaslu sampai empat kali sebagai saksi. Padahal, dia adalah saksi kunci dalam dugaan ini.

 

Tag : Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top