Kasus Mahar Politik Sandiaga, Bawaslu Rapat Pleno Rabu

Badan Pengawas Pemilu akan menggelar rapat pleno soal dugaan kasus mahar politik Rp1 triliun pada Rabu (29/8/2018).
Jaffry Prabu Prakoso | 27 Agustus 2018 17:48 WIB
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar. - Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu akan menggelar rapat pleno soal dugaan kasus mahar politik Rp1 triliun pada Rabu (29/8/2018).

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan bahwa rapat tersebut tersebut dilakukan setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tidak pernah hadir dalam pemanggilan menjadi saksi.

“Bagaimana status laporan yang dilakukan, kami akan dalami di pleno. Nanti kami akan lihat bagaimana hasilnya,” katanya di Gedung Bawaslu, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Andi adalah saksi yang dibutuhkan Bawaslu dalam kasus dugaan mahar politik Rp1 triliun yang dilakukan bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno.

Hal ini karena curhatan Andi melalui akun Twitter pribadinya. Dia kecewa dengan Prabowo Subianto karena lebih memilih uang dibandingkan koalisi yang sudah dibangun.

Andi menyebut Sandiaga menyetor masing-masing Rp500 miliar ke Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera untuk mendukungnya sebagai cawapres Prabowo.

Sementara itu, Fritz menjelaskan bahwa sampai saat ini sudah ada dua orang dari pelapor yang diminta keterangan soal permintaan pengusutan. Laporan mereka semuanya berasal dari keterangan Andi.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top