Pembicaraan AS-China Berakhir Tanpa Terobosan Besar

Para pejabat Amerika Serikat dan China mengakhiri pembicaraan dua hari pada Kamis (23/8/2018) tanpa terobosan besar dan tarif perdagangan baru senilai US$16 miliar untuk barang masing-masing negara mulai berlaku.
Aprianto Cahyo Nugroho | 24 Agustus 2018 09:53 WIB
Presiden AS Donald Trump berinteraksi dengan Presiden China Xi Jinping di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, AS, 6 April 2017. - .Reuters/Carlos Barria TPX

Bisnis.com, JAKARTA – Para pejabat Amerika Serikat dan China mengakhiri pembicaraan dua hari pada Kamis (23/8/2018) tanpa terobosan besar, dan tarif perdagangan baru senilai US$16 miliar untuk barang masing-masing negara mulai berlaku.

"Kami mengakhiri diskusi dua hari dengan rekan-rekan dari China dan bertukar pandangan tentang bagaimana mencapai keadilan, keseimbangan, dan timbal balik dalam hubungan ekonomi," kata juru bicara Gedung Putih Lindsay Walters, seperti dikutip Reuters.

Walters menambahkan, dalam pertemuan tersebut juga membahas bagaimana mengatasi masalah struktural di China, termasuk kebijakan kekayaan intelektual dan transfer teknologi.

Para pejabat pemerintahan tingkat menengah Trump yang berpartisipasi dalam perundingan akan menjelaskan kepada pimpinan agensi mereka mengenai diskusi, tambahnya.

Implementasi tarif 25% terbaru pada hari Kamis tidak menggagalkan pembicaraan yang dipimpin oleh Wakil Menteri Keuangan AS David Malpass dan Wakil Menteri Perdagangan China Wang Shouwen tersebut.

Pertemuan keduanya merupakan pertemuan tatap muka AS-China pertama sejak awal Juni untuk membahas jalan keluar dari konflik perdagangan yang semakin mendalam dan tarif yang meningkat.

Sebelumnya, seorang pejabat senior pemerintahan Trump meremehkan peluang suksesnya pembicaraan tersebut dengan mengatakan China belum menanggapi keluhan AS tentang dugaan penyelewengan hak intelektual dan subsidi industri AS.

"Agar kami mendapatkan hasil positif dari keterlibatan ini, sangat penting bahwa mereka (China) mengatasi kekhawatiran mendasar yang kami angkat," kata pejabat tersebut. "Kami belum melihat hal itu, tetapi kami akan terus mendorong mereka untuk mengatasi masalah yang kami ungkapkan."

Dalam pernyataan singkat pada hari Jumat, kementerian perdagangan China mengatakan kedua belah pihak memiliki pertukaran "konstruktif" dan "jujur" atas masalah perdagangan, dan akan tetap berhubungan pada langkah-langkah berikutnya.

Kementerian Perdagangan China mengatakan di Beijing bahwa mereka telah mengajukan keluhan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai tarif impor AS. Kedua negara kini telah menargetkan barang masing-masing senilai US$50 miliar untuk dikenakan tarif impor dan mengancam tarif di sebagian besar perdagangan bilateral mereka yang lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perang dagang AS vs China

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top