Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jokowi Silaturahmi ke Konferensi Waligereja Indonesia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersilaturahmi ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (24/8/2018).
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 Agustus 2018  |  15:21 WIB
Presiden Joko Widodo - Instagram@jokowi
Presiden Joko Widodo - [email protected]

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  bersilaturahmi ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, (24/8/2018).

Presiden tiba pada pukul 08.50 WIB, didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Presiden disambut langsung oleh Ketua Presidium KWI Mgs. Ignatius Suharyo dan Sekretaris Jenderal KWI Mgr. Antonius Bunjamin Subianto.

Dalam silaturahmi ini, Presiden dan jajaran pengurus KWI melakukan pembicaraan dan bertukar pikiran mengenai Pancasila dan kebangsaan. Saat memberikan pernyataan selepas pertemuan, Presiden mengatakan bahwa dirinya juga menerima laporan tentang sejumlah permasalahan di daerah.

"Di dalam pertemuan, saya menyampaikan yang berkaitan dengan Pancasila, keragaman, perbedaan agama, suku, adat, dan tradisi yang terus harus kita rawat dan menjaga persaudaraan, kerukunan, dan persatuan. Terakhir beberapa hal yang berkaitan dengan isu-isu di daerah," tuturnya seperti dikutip dari keterangan tertulis yang disampaikan oleh Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin.

Terkait dengan vonis yang diberikan kepada salah seorang warga di Tanjung Balai, Medan, Sumatra Utara terkait masalah pengeras suara azan, Kepala Negara mengatakan bahwa terhadap kasus itu, dirinya tidak dapat mengintervensi pengadilan.

"Saya tidak bisa mengintervensi hal-hal yang berkaitan di wilayah hukum pengadilan. Saya sendiri kan baru saja digedok pengadilan di Palangkaraya, bersalah karena urusan kebakaran," kata Presiden.

Namun, Presiden mengatakan bahwa seseorang yang telah divonis pengadilan tingkat pertama dapat melakukan upaya hukum banding.

“Itu kan ada proses banding,” ujar Jokowi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top