PILPRES 2019: Masuk Tim Pemenangan Jokowi-Maruf, JK: Tak Ganggu Kinerja

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya menjadi dewan pengarah dalam tim pemenangan pemilu presiden pasangan Jokowi-Maruf tidak akan mengganggu kinerja
Lingga Sukatma Wiangga | 23 Agustus 2018 20:20 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan) usai melakukan pertemuan tertutup di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (9/8/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA—Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan dirinya menjadi dewan pengarah dalam tim pemenangan pemilu presiden pasangan Jokowi-Maruf tidak akan mengganggu kinerja.

Sebabnya, kata Jusuf Kalla atau JK, menjadi dewan pengarah tak menyita banyak waktu. JK sebelumnya mengatakan akan fokus memegang roda pemerintahan jika Presiden Joko Widodo sibuk berkampanye pada pemilu presiden tahun depan.

Jokowi Soal Ketua Tim Sukses: Santai Sajalah Enggak Usah Tergesa-gesa

PILPRES 2019: Dicari Ketua Tim Sukses Paslon Jokowi-Maruf AMin

“Saya kan ditunjuk sebagai pengarah. Anggota pengarah. Pengarah itu ya tentu memberikan arahan sekali sebulan. Jadi tidak kerja itu hanya rapat saja. Tidak bekerja operasional,” katanya di Kantor Wakil Presiden RI, Kamis (23/8/2018).

Di sisi lain, JK pun menegaskan akan maksimal dalam tugasnya sebagai dewan pengarah guna membantu Jokowi untuk memenangkan pemilu presiden 2019.

Dia pun menekankan, menteri di Kabinet Kerja boleh terlibat dalam membantu Presiden Joko Widodo dalam memenangkan pemilu presiden tahun depan. Namun tidak boleh menjadi juru kampanye.

 “Ya kalau jadi jurkam pasti tidak boleh. Kalau hanya menasehati atau kasih masukan ya boleh-boleh saja. Itu karena demokrasi juga mengijinkan orang berpolitik. Jadi dewan pengarah saja boleh-boleh saja. Kalau jurkam atau pengurus kemana-mana itu ndak boleh,” pungkasnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top