Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

10 Helikopter Dikerahkan untuk Padamkan Kebakaran Lahan di Kalbar

Satuan Tugas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan 10 helikopter guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 23 Agustus 2018  |  19:21 WIB
Upaya pemadaman karhutla di Kalbar. (BNPB).
Upaya pemadaman karhutla di Kalbar. (BNPB).

Bisnis.com, JAKARTA - Satuan Tugas Udara Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan 10 helikopter guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Helikopter tersebut dikerahkan untuk melakukan water bombing dan patroli pemantauan.

BNPB dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) juga terus melakukan hujan buatan atau teknologi modifikasi cuaca menggunakan pesawat Casa 212-200 TNI AU.

“Sudah 5 ton bahan semai Natrium Clorida (CaCl) ditaburkan ke dalam awan-awan potensial di angkasa,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan resmi yang dihimpun, Kamis (23/8/2018).

Selain itu, Satgas darat dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebarakan, Satpol PP dan relawan terus memadamkan di darat.

Banyaknya titik panas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat ini terkait dengan kebiasaan masyarakat membakar lahan sebelum membuka lahan.

Masyarakat di Kabupaten Sanggau, Sambas, Ketapang, Kubu Raya dan lainnya memiliki tradisi "gawai serentak", yaitu kebiasaan persiapan musim tanam dengan membuka lahan dengan cara membakar.

“Meskipun pemerintah daerah telah melarang namun ternyata kebiasaan ini masih dipraktekkan di banyak tempat,” ujarnya.

Sutopo menuturkan aparat kepolisian terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum terkait dengan kesengajaan membakar hutan dan lahan ini. Sosialisasi juga terus ditingkatkan kepada semua pihak agar tidak membakar dan melakukan pencegahan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bnpb
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top