Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Situs Resmi Bawaslu Diretas, Tampilannya Jadi Begini

Situs Resmi Bawaslu Diretas, Tampilannya Jadi Begini
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 20 Agustus 2018  |  21:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Laman resmi Badan Pengawas Pemilu diretas oleh peretas yang menamakan dengan KakekDetektif.

Dalam situs tersebut tertulis desakan untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengusut kasus dugaan mahar yang diberikan Sandiaga Uno kepada Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional.

“BAWASLU HARUS BERANI USUT MAHAR 1 TRILIUN SANDIAGA UNO KEPADA PARTAI PAN & PKS TERKAIT PASAL 228 UU 7 TAHUN 2017, BAHWA PARTAI POLITIK DALAM PROSES PENCALONAN PRESIDEN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN DILARANG MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN,” tulis peretas dalam laman resmi Bawaslu.go.id, Senin (20/8/2018).

Sementara itu Komisioner Bawaslu Dewi Pettalolo yang berhasil dihubungi Bisnis, mengatakan bahwa lama tersebut baru saja di retas, dirinya pun mengaku baru mengetahuinya.

Dewi sendiri masih enggan untuk berkomentar terkait dengan situs Bawaslu yang diretas.

“Saya belum komentar dulu ya karena sementara sedang kami perbaiki. Baru, itu baru banget. Baru tahu ini,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Senin (20/8/2018).

Saat Bisnis mencoba kembali mengakses lama Bawaslu.go.id pada pukul 21.02 WIB, laman tersebut bertuliskan “Maaf, Website Bawaslu sedang dalam pemeliharaan.”

Sebelumnya kasus dugaan mahar dengan total 1 triliun tersebut mencuat setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mencuit Sandiaga Uno yang memberikan mahar sebesar 500 miliar ke dua partai politik pendukung Prabowo Subianto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bawaslu
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top