Gempa Lombok: Kemensos Kerahkan 623 Tagana Bantu Distribusi Sembako

Kementerian Sosial mengerahkan 623 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendistribusikan ribuan sembako warga terdampak gempa NTB. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan logistik warga dan pasokan dapur umum mandiri.
Dewi Andriani | 18 Agustus 2018 08:16 WIB
Korban gempa di Lombok Utara, NTB. - Twitter@sutopo_PN

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Sosial mengerahkan 623 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk mendistribusikan ribuan sembako warga terdampak gempa NTB. Hal ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan logistik warga dan pasokan dapur umum mandiri.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan sesuai arahan Menteri Sosial Idrus Marham dalam kunjungan kali ketiga ke NTB beberapa waktu lalu, kebutuhan pokok warga harus secepatnya disalurkan.

Dengan demikian warga bisa memasak sendiri keperluan makanan mereka dan atau memasaknya di dapur umum mandiri yang dikelola oleh warga dan didirikan di kampung-kampung mereka.

"Jadi memang sekarang ini warga yang datang ke dapur umum lapangan untuk mengambil nasi bungkus di posko pengungsian semakin berkurang. Pertama, karena jarak dengan pemukiman warga mungkin agak jauh. Kedua, karena warga mulai mendirikan dapur umum mandiri. Hal ini bagi mereka cukup efisien karena dapur umum mandiri terletak di area tempat tinggal mereka dan sembari beraktivitas di dapur umum mereka masih bisa menengok rumahnya," ujarnya, dalam rilis yang diterima Bisnis. 

Sembako dari Kementerian Sosial seluruhnya berjumlah 11.000 paket. Saat ini telah tersalurkan sekitar 5.000 paket berisi beras dan lauk pauk.

Sebanyak 623 personel Tagana dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan. Mereka bukan hanya Tagana Provinsi NTB, tetapi juga datang dari berbagai provinsi di Indonesia yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Gorontalo, dan Bangka Belitung.

Para relawan tersebut menjadi ujung tombak dalam pengiriman bantuan Kemensos. Mereka terus bergerak menembus titik lokasi yang sulit dan atau belum tersentuh bantuan.

"Tagana yang datang ke NTB memiliki spesialisasi kemampuan di bidang Dapur Umum dan Layanan Dukungan Psikososial. Oleh karena itu mereka juga memboyong dapur umum lapangan dari provinsi masing-masing untuk ditempatkan di titik-titik posko pengungsian," papar Harry.

Saat ini total ada 13 dapur umum keliling yang dikelola Tagana. Diantaranya dapur umum yang didirikan oleh Tagana Bali, Tagana Jawa Tengah, Tagana Jawa Timur, Tagana Sumba, Tagana Bima, Tagana Dompu, dll. Ada pula tiga titik Dapur Air.

Kedua dapur ini melayani pengungsi yang terkonsentrasi di tenda posko sebanyak 26.175 bungkus per hari.

Titik Dapur Umum Lapangan yang dikelola Tagana terbagi menjadi 3 kabupaten yakni Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Barat. Setiap dapur umum memproduksi antara 2.000 hingga 5000 nasi bungkus per hari.

Selain membagikan sembako, Tagana juga membagikan perlengkapan keluarga dan anak-anak. Saat ini jumlah yang disalurkan sebanyak 1.200 paket dan perlengkapan mandi sebanyak 8.000 paket.

Total bantuan sosial tanggap darurat dari Kementerian Sosial untuk gempa NTB adalah Rp8,7 miliar. Terdiri dari bantuan logistik tahap I, II, III, 11 ribu paket sembako, santunan ahli waris tahap I dan II untuk 109 orang.

Sementara itu mengutip data Posko Induk Provinsi NTB, jumlah korban meninggal adalah 458 orang, 1.353 jiwa korban luka/rawat inap, 52.812 rumah rusak, 352.793 jiwa mengungsi.

"Data masih terus bergerak karena hingga hari ini proses evakuasi masih berlangsung dan masih dalam proses pencarian tim SAR," kata Harry.

Tag : gempa lombok
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top