Demokrat Tetap Dukung Prabowo, Hinca: AHY Masuk Tim Sukses

Partai Demokrat tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024. Bahkan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Agne Yasa | 10 Agustus 2018 14:05 WIB
Agus Harimurti Yudhoyono, Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat ketika ditemui wartawan usai acara Pengukuhan, di Wisma Proklamasi, Jakarta, Sabtu (17/2/2018). Bisnis.com - Agne Yasa

Bisnis.com, JAKARTA – Partai Demokrat tetap mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga sebagai calon presiden dan calon wakil presiden 2019-2024. Bahkan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan sudah dipastikan dalam rapatMajelis Tinggi Partai Demokrat yang dilakukan sekitar pukul 10.00 wib.

"Keputusannya partai Demokrat mengusung Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Pak Sandiaga Uno sebagai calon wakil presiden," ujar Hinca ditemui di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8/2018).

Ketika ditanya pertimbangan dari keputusan Partai Demokrat ini, Hinca mengatakan pihaknya memiliki optimisme pada pasangan yang diusung.

"Oh, yakin menang. Saya yakin Pak Prabowo dan Sandiaga Uno punya kemampuan yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini. Apalagi Pak Prabowo punya pengalaman dan yang lebih dari itu, kali ini Partai Demokrat ada di dalam, pengalaman PakSBY 10 tahun pemerintahan dan dua Kali sebagai capres, saya kira menjadi energi besar," jelasnya.

Dia menambahkan Partai Demokrat juga tidak kecewa dengan cawapres yang bukan  berasal dari Partai Demokrat. Meskipun belakangan sosok Agus Harimurti Yudhoyono santer dicalonkan. Hinca mengatakan Partai Demokrat juga menyiapkan AHY sebagai tim untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga.

"Hari ini, [AHY] menghantarkan Pak Prabowo-Sandiaga Uno untuk menjadi Capres dan Cawapres 2019-2024. [Nanti] 2024 giliran dia," jelasnya.

Hinca mengatakan memang terdapat dinamika politik terkait pencalonan capres dan cawapres ini. Isu mahar politik yang belakangan mencuat juga salah satunya. Namun, adanya kader yang mengungkapkan kekecewaan juga wajar.

"Semua kader dimana pun kan boleh bicara," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top